Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Pisang Berlafadz Allah

2107ratu5TULUNGAGUNG – Fenomena unik kemarin (20/07) terjadi di lingkungan VIII RT 02/ RW 04 Desa/Kecamatan Ngunut. Yakni, sebuah pohon pisang berbuah lebih dari satu tandan tumbuh di pekara­ngan seluas 30 are milik Wahid Budiardjo, warga setempat. Anehnya, pohon pisang jenis Ambon ini berbuah tidak pada ujung batang layaknya pohon pisang pada umumnya. Namun, berbuah melalui batang tengah pohon. Keunikan lain, juga terdapat pada batang pohon pisang yang berusia sekitar 4 bulan tersebut. Yakni, pangkal tandan buah pisang meliuk-liuk menyerupai lafadz Allah.
Wahid Budiarjo, pemilik lahan ini me­ngatakan, fenomena unik itu dia ketahui sekitar 5 hari yang lalu. Yakni, ketika di­rinya hendak bersih-bersih pekarangan miliknya. “Saat sedang membersihkan daun pisang kering, saya langsung terkejut ketika melihat pohon pisang berbuah lebih dari satu, apalagi buahnya itu tidak pada ujung batang namun pada tengah-tengah pohon,” ujarnya.
Kendati mengetahui ada kejanggalan, namun pria berusia 65 tahun ini tidak mencurigai, bahwa pada tandan pohon pisang itu ada yang unik.
“Subhanallah, setelah saya amati, ternyata tandan buah pisang itu meliuk-liuk menyeru­pai lafadz Allah,”katanya.
Melihat fenomena unik itu, Wahid Budiarjo langsung berupaya mencari kayu dan tali yang ada di sekitar pekarangannya. Tujuannya, agar pohon pisang unik itu tidak roboh. “Pohon itu saya beri penyangga dan tali agar tidak roboh,” jelasnya.
Wahid mengaku, sebelumnya tidak ada tanda-tanda khusus terkait fenomena unik yang terjadi di pohon pisang miliknya. Menurut dia, pohon pisang jenis Ambon miliknya memang memiliki ciri khusus. Yakni, empat batang pohon pisang lainnya juga berbuah ganda. Artinya, berbuah lebih dari satu tandan. “Namun, yang unik dan sempat terdapat lafadz Allah, baru kali ini,”terangnya.
Rosmini, 37, warga sekitar mengatakan, munculnya fenomena unik ini sempat menarik perhatian warga sekitar. Me­reka mengabadikan fenomena ini dengan cara memotretnya melalui ponsel. “Bagi kami, kejadian ini tergolong aneh. Makanya, kami abadikan saja dengan handphone,” pungkas perempuan berputra satu ini. (tri/ris)
>