Radar Tulungagung, Jawa Pos Group, Jl. Panglima Sudirman 50A Tulungagung, Jawa Timur Indonesia

Harga Cabai Meroket

2412ratu1TULUNGAGUNG - Jelang Natal dan tahun baru, harga kebutuhan pokok merangkak naik. Salah satunya cabai merah yang kini mencapai Rp 55 ribu per kilogram (kg). Diduga, penyebabnya cuaca yang tidak menentu membuat pohon peng­hasil buah berasa pedas itu banyak yang mati.
Yayuk, pedagang Pasar Wage menjelaskan, kenaikan harga beberapa komoditas ini disebabkan pasokan yang kurang.
Dia mencontohkan cabai. Cuaca yang tidak menentu membuat buah kecil nan pedas itu sudah busuk saat tiba di pasar. “Wajar harga cabai mahal. Beberapa hari yang lalu cabai masih berkisar Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu, saat ini mencapai Rp 55 ribu,” jelas wanita usia 50 tahun itu.
Selain cabai, lanjut Yayuk, komoditas lain yang harga juga ikut naik adalah beras, minyak, telur, dan kentang. Sementara pembeli mengeluh, pedagang juga harus menyesuaikan harga yang ditetapkan oleh pihak pemasok barang. “Ya, saya bingung, penjual terpaksa menaikkan harga kalau tidak mau merugi, tapi di lain pihak pembeli protes,” ujarnya.
Rukini, 75, pedagang di Pasar Ngemplak mengatakan, kenaikan harga disebabkan musim yang tidak menentu menyebabkan banyak petani yang gagal panen. Hal ini menyebabkan stok menjadi langka dan memicu kenaikan harga. “Penyebab lainnya, ada­nya bencana alam, yang berimbas pada harga kentang. Kawasan di sekitar gunung Bromo yang selama ini menjadi daerah penghasil kentang terganggu oleh debu vulkanik akibat letusan gunung Bromo,” terangnya.
Lia, 39, seorang pembeli di Pasar Wage mengatakan, uang belanjanya tidak cukup untuk membeli kebutuhan sehari–hari. Sementara, penghasilan yang diperolehnya dari pekerjaannya sebagai sales tetap. “Solusinya saya membeli cabai eceran per-onsnya Rp 5 ribu. Bahkan per biji dijual Rp 500,” keluhnya. (c1/c2)
>