Sulap Lahan Mati Jadi Produktif
Minat pemerintah desa untuk memfungsikan lahan di sekitar lingkungan kerja sebagai lahan tepat guna, ditengarai masih kurang. Indikasinya, masih banyak kantor desa yang lahan kosongnya tak termanfaatkan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Tulungagung, Winarto. Menurut dia, berdasarkan hasil pengamatan di sejumlah desa di Kabupaten Tulungagung, kesadaran pemerintah desa untuk mengoptimalkan aset-aset lahan produktif masih perlu ditingkatkan. “Aset lahan yang masih tidur itu masih bisa dimanfaatkan. Hal itu jika ada kemauan,” ujarnya.
Winarto mencontohkan, upayanya bersama sejumlah staf di BPMD, yang telah berhasil menyulap lahan di sekitar kantor menjadi lahan tepat guna.
Yakni, puluhan tanaman sayuran maupun buah-buahan tumbuh subur di lahan sekitar kantor. Di antaranya, terong, pisang, durian dan lain sebagainya. “Berkat keseriusan ini, seluruh karyawan sudah banyak yang menikmati hasil dari tanaman yang mereka tanam,” katanya.
Tak hanya itu, budidaya tanaman sayuran dan buah-buahan yang dilakukannya di sekitar kantor, juga mulai dinikmati warga maupun pejabat yang mengujungi kantor BPMD, yang berada di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru. “Tak jarang, petugas maupun pejabat yang berkunjung di kantor kami, saya beri oleh-oleh buah maupun sayuran hasil jerih payah kami,” paparnya.
Menurut dia, semua hasil itu merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Yakni, selain dapat menghijaukan lahan di sekitar kantor, juga keberhasilan dalam memanfaatkan areal lahan di sekitar kantor menjadi lahan produktif. “Harapan kami, usaha ini bisa ditirukan pemerintah desa yang ada di Tulungagung. Yakni, manfaatkan lahan kosong untuk dijadikan lahan produktif, “harapnya.
Winarto menjelaskan, lahan di sekitar kantor BPMD sebelumnya hanya ditanami rerumputan. Bahkan menjadi sarang perkembangbiakan serangga dan ular. “Alhamdulilah, lahan di sekitar kami menjadi asri, berkat tanaman sayuran yang tumbuh ranum di sekitar kantor. Sehingga bisa menambah semangat dalam bekerja,” pungkasnya. (tri/ris)

