Promosi Hasil Pertanian
TULUNGAGUNG - Pemerintah Kabupaten Tulungagung melalui Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP), menggelar pameran yang bertajuk ‘Pameran Agribisnis dan Promosi atas Hasil Produksi Pertanian Berbasis Sumberdaya Lokal ke XII’.
Pameran tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Tulungagung, Moh. Athiyah. Hadir juga beberapa kepala SKPD serta peserta pameran. Pameran sendiri akan berlangsung mulai kemarin (7/6) hingga 11 Juni 2011 di kantor Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP), Wonorejo, Kecamatan Sumbergempol. Sebelum membuka pameran, Moh. Athiyah menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat, untuk sepuluh desa pelaksana percepatan penganekaragaman konsumen pangan (P2HP) senilai Rp 225juta, bantuan sosial untuk Desa Mandiri pangan Rp 100 juta, bantuan stimulan 40 paket untuk balita, bantuan langsung bagi masyarakat untuk pembelajaran petani senilai Rp 850 juta, serta bantuan sembako bagi masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Moh Athiyah mengatakan, salah satu strategi dalam upaya mempercepat penganekaragaman konsumsi pangan yang berbasis sumber pangan lokal adalah, pameran produk unggulan dan gelar promosi agribisnis. ”Dengan pameran ini, saya berharap adanya interaksi antara lembaga penelitian, pencipta teknologi, pengusaha agribisnis, petani dan semua pihak pengguna teknologi, guna pengembangan pembangunan pertanian di Tulungagung,” ungkapnya.
Disamping itu, juga mewujudkan komitmen bersama dalam meningkatkan produksi pertanian dan pengembangan agribisnis, guna meningkatkan pendapatan petani. Juga terwujudnya arus informasi timbal balik dari semua pihak, sehingga permasalahan-permasalahan penting di lapangan dapat dieliminir dan dicarikan solusinya. ”Yang terpenting mendorong keanekaragaman pola konsumsi masyarakat berbasis pangan lokal agar hidup sehat, aktif dan produktif, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman,”tambahnya.
Tak lupa pada kesempatan tersebut, Moh. Athiyah berpesan kepada seluruh Tulungagung, khususnya petani untuk mengantisipasi bencana yang bisa terjadi, yang bisa menjadi ancaman terhadap ketersediaan pangan. ”Kita harus selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan adanya serangan pengganggu tanaman, yang bermacam-macam bentuknya. Dan saya meminta kepada petani untuk selalu berkoordinasi mengenai kondisi lapangan,”pintanya.
Sementara itu, Kepala Badan Katahanan Pangan dan Penyuluhan, Probo Sukatmono menjelaskan, jika pameran ini memiliki beberapa tujuan. Diantaranya agar terjadi kontak informasi dan teknologi antara produsen dan konsumen, serta terjadi kontak kemitraan dan kontak bisnis. ”Juga terbangunnya pengelolaan usaha yang tertata, baik dari hulu sampai hilir, serta mendapatkan informasi produk apa yang dibutuhkan konsumen/pasar,”katanya.
Lebih lanjut Probo mengatakan, jika peserta pameran ini tak hanya berasal dari kota Tulungagung, tapi juga berasal dari kabupaten/kota lainnya. Mereka ini adalah para petani bersama kelompok tani dan gabungan kelompok tani, pelaku agribisnis dan agrobisnis, koperasi petani, dinas/badan/kantor pemerintah yang bergerak di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan, serta perorangan yang bergerak di bidang elektronik, konveksi, alat dan mesin, serta lembaga penelitian. ”Untuk kedepannya kita mengupayakan jumlah peserta pameran lebih banyak dan waktunya lebih lama,” pungkasnya. (sim/ris)

