Semakin Dekat dengan Pembaca

1.088 Balita Derita ISPA, Data Sepanjang 2022, Radang Paru-Paru Rawan Menyerang

KOTA BLITAR – Penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) patut menjadi perhatian. Sebab, penyakit ini menyerang melalui virus yang dibawa oleh udara.

Administrator Kesehatan Ahli Muda Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar, Trianang Setyawan mengatakan, ISPA merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) pada 2013 menunjukkan bahwa pneumonia di Indonesia cukup tinggi.

Bahkan, lanjut dia, penyakit ini menjadi penyebab kematian nomor dua setelah diare. “Hal inilah yang menyebabkan kasus ISPA menjadi perhatian, terutama bagi pemberi fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Berdasarkan data kasus ISPA pada 2022, total penderita mencapai 2.210 orang. Perinciannya, sebanyak 1.088 penderita balita, sedangkan sisanya 1.122 jiwa merupakan penderita usia di atas lima tahun. Menurut Trianang, penemuan kasus yang sedikit, maka belum tentu jumlah kasusnya juga sedikit. Bisa jadi memang belum ditemukan. “Karena penyakit seperti ini ibarat fenomena gunung es,” terangnya.

Penyakit akut ini ditandai dengan gejala batuk dan pilek. Biasanya penyakit ini disebabkan oleh virus yang masuk melalui saluran pernapasan. “Selain itu, udara yang tidak sehat juga menjadi penyebab penyakit tersebut,” terang pria berkacamata ini.

Trianang menyebutkan beberapa jenis penyakit ISPA. Di antaranya, influenza yang menyerang tenggorokan. Ada juga jenis sinusitis yaitu peradangan dengan gangguan di hidung. “Lalu, ada faringitis atau peradangan yang terjadi di tenggorokan,” paparnya.

Beberapa jenis ISPA bawah yakni bronkitis, bronkiolitis, dan pneumonia. Lanjut dia, pneumonia sangat membahayakan terutama pada usia balita. Sebab, radang paru-paru pada balita berpotensi tinggi menyebabkan kematian. “Saat ini ISPA dan pneumonia menjadi perhatian khusus, terutama pada anak balita,” akunya.

Trianang mengaku pencarian kasus ini dilakukan sebanyak-banyaknya. Tujuannya agar dapat mengobati pasien hingga sembuh dan mengurangi resiko kematian. Langkah yang dilakukan adalah tidak menularkan kepada orang lain.(mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.