Semakin Dekat dengan Pembaca

114 Peserta Tes Tulis PPS Trenggalek Gagal, Gegara Mbolos Tak Hadiri Tes

Trenggalek – 114 peserta harus mengurungkan niat menjadi panitia pemungutan suara (PPS). Alasannya mereka tidak hadir dalam ujian tulis yang selesai dengan dua sesi kemarin (9/1). Hal itu seperti yang dikatakan oleh Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklihparmas) KPU Trenggalek Nurani.

Dalam penjelasannya, peserta seleksi PPS sejumlah 1460 orang, namun hasil rekapitulasi dari pada seleksi tes tulis ditemukan adanya penyusutan di tingkat kehadiran peserta. “Ada 114 peserta yang tidak hadir,” ujarnya.
Pihaknya menekankan, ujian tulis seleksi PPS tidak ada batasan waktu terlambat bagi para peserta. Namun panitia juga tidak akan mengalokasikan tambahan waktu bagi peserta-peserta yang terlambat. “Konsekuensinya tidak boleh ada susulan. Praktisnya kalau terlambat tidak lulus seleksi,” ungkapnya.

Dengan ditemukannya 114 peserta yang tidak hadir, maka masih tersisa 1346 peserta yang menunggu pengumuman kelulusan tes tulis. Namun, kata Nurani, pengumuman kelulusan ujian tulis itu sekitar 14-15 Januari 2023 nanti. “Sampai kini (kemarin, Red) lembar jawaban peserta belum bisa dinilai, karena droping kunci jawaban dari KPU RI masih pada 13 Januari 2023,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui bahwa teknis ujian tulis PPS tidak memakai CAT seperti seleksi PPK. Dalam hal ini, Nur -sapaannya, tidak mengetahui secara pasti ujian tulis pada seleksi PPS dilaksanakan secara konvensional. Namun pelaksanaan ujian tulis konvensional itu sudah diatur dalam Juknis KPU RI Nomor 19/PP/04-SD/04/2023 yang diterbitkan pada 5 Januari 2023. “Kebijakan KPU RI, ujian tulis untuk pemerintah kabupaten itu memakai konvensional, sedangkan pemerintah kota baru memakai CAT,” ujarnya.

Dari perbedaan itu, Nur menduga, pemerintahan kabupaten cenderung memiliki jumlah peserta lebih banyak dibandingkan dengan pemerintah kota. “Mungkin ketersediaan perangkat (komputer, Red), dan banyaknya peserta. Tapi ini sudah sesuai Juknis KPU RI,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Badan Pengawas Pemilu Trenggalek (Bawaslu) Trenggalek Ahmad Rokhani mengatakan, penyelenggaraan ujian tulis sejauh ini tidak ada catatan-catatan khusus yang mengarah pada pelanggaran pemilu. “Sampai kini masih lancar,” ujarnya. (tra/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.