Semakin Dekat dengan Pembaca

13 Atlet Siap Berlaga di Kejurda Jatim

KOTA BLITAR – Maret nanti, Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Blitar dihadapkan dengan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Jawa Timur (Jatim). Agenda induk cabor saat ini adalah memilih atlet yang akan diturunkan.

Anggota dewan pembina PRSI Kota Blitar, Priyo Purwoko mengatakan, pihaknya punya waktu sekitar 1,5 bulan untuk bersiap. Nah, peningkatan porsi latihan dalam dua bulan belakangan diharapkan bisa memudahkan proses seleksi atlet. “Sejak bulan lalu kan sudah ada monitoring. Sebagian besar memang anak usia SMP,” sebutnya.

Hasilnya, ada sebanyak 13 atlet yang diproyeksikan untuk mengikuti event tingkat Jatim mendatang. Seusai membuat daftar atlet yang diturunkan, PRSI bersiap untuk menggelar program pembinaan khusus (binsus).

Salah satu teknis latihan dalam program binsus adalah dengan mewajibkan atlet berenang sejauh 100 meter. Itu dibagi ke dalam tiga sesi berbeda. “Sesi ini didasarkan pada kebutuhan di masing-masing nomor. Misal, kalau nomor gaya punggung, bisa empat sesi,” ujarnya.

Menurut dia, secara umum, anak asuhnya dalam kondisinya siap. Namun, masih ada poin yang harus dicermati oleh tim pelatih. Yakni, terkait torehan waktu di setiap latihan. Dia menilai torehan waktu masih perlu ditingkatan. “Sebetulnya sudah cukup cepat. Tapi, nomor gaya katak masih perlu peningkatan lagi,” akunya.

Oleh sebab itu, tim pelatih bakal memberi pola latihan khusus bagi atlet di nomor gaya katak. Pola ini biasa diterapkan usai pelaksanaan latihan reguler dalam setiap sesinya.

Disinggung soal target, pria ramah ini optimistis anak asuhnya bisa meraih setidaknya satu medali emas. Target ini dinilai lebih realistis, mengingat di kejurda tahun ini PRSI Kota Blitar menurunkan banyak atlet muda. “Lawannya nanti kebanyakan atlet usia 15-16 tahun. Kita turunkan rata-rata 14 tahun. Satu emas masih mungkin kita raih,” tandasnya. (dit/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.