Semakin Dekat dengan Pembaca

160 Ruas Jalan Blitar Selatan Rusak, Apa yang dilakukan Pemkab Blitar ?

KABUPATEN BLITAR – Sebanyak 160 ruas jalan di tujuh kecamatan di Kabupaten Blitar wilayah selatan masih rusak parah. Tak ayal, warga wilayah Blitar Selatan menggelar unjuk rasa di depan kantor Pemerintahan Kabupaten Blitar beberapa hari lalu.

Warga Desa Suruhwadang, Kecamatan Kademangan, Subowo mengatakan, jalan di depan rumahnya sudah sejak lama rusak parah. Dia menyayangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar karena tidak perhatian kepada lingkungannya. “Jalan utama menuju tempat wisata harusnya mulus,” ujarnya kemarin (18/1).

Dia menyebutkan, jalan rusak dan berlubang ada di sepanjang jalan menuju Pantai Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto ini. Bahkan, kedalaman jalan lubang ada yang mencapai belasan sentimeter. Sebagian lainnya, aspal jalan sudah terkikis. “Jalan ini sangat membahayakan, terutama bagi pengguna jalan yang tidak terbiasa di jalan tersebut,” jelasnya.

Warga lainnya, Anung Widodo mengaku, ruas jalan depan rumahnya ini sangat berbahaya. Sebab, jalan tersebut terpantau ramai setiap hari. Tidak hanya kendaraan roda dua, tetapi juga kendaraan besar lain yang mengangkut barang berat seperti kaulin. “Jalan ini ramai anak sekolah, rawan terjatuh, terutama saat hujan,” kata pria 39 tahun ini.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Hamdan Zulfikri Kurniawan mengatakan, sebanyak 160 ruas jalan di Blitar Selatan akan diperbaiki menggunakan beton. Jalan ini terletak di tujuh kecamatan, di antaranya Kecamatan Kademangan, Kecamatan Wonotirto, Kecamatan Bakung, Kecamatan Sutojayan, Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Binangun, dan Kecamatan Wates. “Titik kerusakan jalan ada di wilayah selatan. Jalan kalau tidak ada perawatan akan cepat rusak, apalagi jika awalnya aspal hotmix,” katanya.

Hamdan mengungkapkan, rencana umum pengadaan (RUP) akan diluncurkan sekitar akhir Januari atau awal Februari mendatang. Dia belum bisa memaparkan ruas jalan yang akan diprioritaskan. Sebab, saat ini masih dalam proses pengadaan. “Sementara, RUP belum ada hingga saat ini,” paparnya.

Dia mengaku, sebanyak 80 persen anggaran akan difokuskan untuk pembangunan jalan. Pembangunan di Blitar Selatan menggunakan bahan baku beton. Sebab, kontur tanah di Blitar Selatan keras dan sering dilewati kendaraan berat.

“Harapannya, semoga nanti tidak ada kendala sehingga pelaksanaan bisa lancar,” tandasnya. (mg1/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.