Semakin Dekat dengan Pembaca

2023, Warga Tulungagung Tak Bisa Nikmati TV Analog

TULUNGAGUNG- Gelombang besar migrasi televisi (TV) analog ke digital sudah semakin dekat ke Tulungagung. Tahun 2023 nanti masyarakat harus siap beradaptasi, karena TV analog sudah tidak bisa lagi dinikmati.

Meski gempuran media sosial (medsos) begitu keras, TV masih mendapatkan tempat tersendiri di masyarakat sebagai media hiburan maupun informasi. Dengan keseriusan dari pemerintah untuk digitalisasi TV, tentu terdapat perubahan pada tatanan sebelumnya yang harus diikuti oleh para penikmat TV.

Sinyal migrasi TV analog ke digital semakin dekat ke Tulungagung. Itu terindikasi dari bakal dilaksanakannya Analog Switch Off (ASO) di wilayah Jawa Timur (Jatim) I. Meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, dan delapan kabupaten/kota di sekitarnya. Setelahnya, sudah dipastikan daerah-daerah lainnya di Jawa Timur akan mendapatkan giliran, termasuk Kabupaten Tulungagung.

“ASO adalah penggunaan TV analog mulai dimatikan. Daerah-daerah di Jatim memang dibagi-bagi waktunya. Mulai Selasa (20/12), yang melaksanakan adalah sektor Jatim I,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tulungagung, Samrotul Fuad.

Dia melanjutkan, Kabupaten Tulungagung termasuk wilayah Jatim VII. Mengenai jadwal kapan dilaksanakan ASO di Tulungagung memang belum diketahui, karena itu merupakan program dari pemerintah pusat. Namun, diperkirakan dalam waktu dekat atau tahun 2023 nanti penggunaan TV analog di wilayah Tulungagung pasti sudah dimatikan. “Kita masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kementerian Kominfo mengenai jadwal tersebut,” ujar Fuad, sapaan akra pria tersebut.

Prediksi Fuad semakin kuat ketika melihat fakta lapangan, bahwa seluruh penyedia layanan TV baik swasta maupun pelat merah di tingkatan nasional sampai daerah sudah mulai bermigrasi ke saluran TV digital. Bahkan, mereka (penyedia layanan TV, Red) juga harus mengeluarkan biaya lebih karena harus membeli peralatan yang harus diperbarui.

“Kalau masyarakat tidak mengubah TV analognya ke TV digital, ya tidak ada saluran TV yang bisa disaksikan nantinya,” tuturnya.

Apa kesiapan masyarakat Tulungagung mengenai rencana nasional tersebut? Mengenai hal tersebut, Fuad menjawab bahwa masyarakat yang sebelumnya mempunyai TV analog otomatis harus menambahkan sebuah alat yang bernama set top box (STB). Alat tersebut kini sudah ada di pasaran. Selain itu, dari pemerintah pusat juga terdapat program pemberian STB khusus bagi masyarakat yang tidak mampu dan mempunyai TV analog.

“Dari data warga yang termasuk miskin ekstrem di Tulungagung yang didapatkan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung, kita sudah kirimkan pengajuan 3.000 STB. Menurut informasi yang ada, nanti distribusinya dari pihak kantor pos,” katanya.

Di balik itu semua, keuntungan utama yang bisa didapatkan dari TV digital adalah segi kualitas siaran. Dengan kata lain, siaran TV digital akan menghadirkan kualitas gambar yang sangat jelas dengan resolusi gambar tinggi, suara lebih jernih, dan teknologi canggih meskipun gratis. Penyedia layanan TV sendiri bisa membuat lebih dari satu channel.

“Jadi nanti satu saluran TV bisa terdapat empat channel dengan fokus konten yang berbeda-beda,” tutupnya. (nul/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.