Semakin Dekat dengan Pembaca

283 Kendaraan Pelat Merah di Tulungagung Bakal Dilelang, Mayoritas Milik Dispendikpora dan Dinkes

Tulungagung – Mereka yang gemar merestorasi motor-motor bekas siap-siap memelototi website Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL). Pasalnya, Pemkab Tulungagung bakal melelang 283 kendaraan pelat merah mereka. Rata-rata mengalami rusak berat dan usia manfaatnya juga sudah lebih dari tujuh tahun sehingga nilai buku kendaraan tersebut menjadi Rp 0.

Sebelumnya, sekitar 316 kendaraan pelat merah baik roda empat maupun roda dua diusulkan untuk dihapuskan oleh seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Tulungagung. Dari data tersebut, verifikasi dilaksanakan untuk mendeteksi mana saja kendaraan yang benar-benar rusak dan tidak bisa lagi digunakan untuk menunjang tupoksi dinas terkait. Apabila kondisi kendaraan masih bagus, otomatis akan dikeluarkan dari data yang diusulkan seluruh OPD. “Dari verifikasi tersebut juga diketahui terdapat beberapa kendaraan yang hilang STNK maupun BPKB-nya,” ungkap Kabid Barang Milik Daerah, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Tulungagung, Wahyu Dwi Ekna Eristyawati.

Dari 316 kendaraan tersebut, tersisa 283 kendaaran pelat merah yang lolos verifikasi dan akan diusulkan lelang oleh KPKNL. Puluhan kendaraan dirasa masih layak dan bisa digunakan sehingga dihapuskan dari data kendaraan yang akan dilelang. “Karena juga belum ada rencana pengadaan kendaraan dalam jumlah besar yang dibagikan kepada seluruh OPD lantaran keterbatasan dana. Jadi, kalau bisa digunakan masih kita pertahankan,” katanya.

Sementara untuk 283 kendaraan yang telah terverifikasi, lanjut dia, akan terlebih dahulu dilaksanakan proses penilaian dari KPKNL sekaligus penentuan harga limit kendaraan. Proses ini kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama lantaran jumlah kendaraan yang diusulkan juga cukup banyak. Kemudian, ketika proses lelang rampung, hasilnya akan langsung masuk kas daerah Tulungagung. “Untuk 283 kendaraan itu sepertinya akan dibagi beberapa termin penilaian, satu termin bisa meng-cover beberapa kendaraan. Jadi, waktunya sampai kapan juga belum bisa dipastikan,” jelasnya.

Ekna menyebut penyumbang terbanyak kendaraan mangkrak tersebut yakni dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (dispendikpora) serta dinas kesehatan. Apalagi dilihat dari nilai buku, rata-rata ratusan kendaraan tersebut sudah bernilai Rp 0. Itu lantaran penggunaannya sudah lebih dari usia manfaat yakni tujuh tahun dan juga rata-rata mengalami kerusakan berat. “Mayoritas adalah dari OPD-OPD besar. Yang lain juga ada, tapi menyesuaikan dengan kerusakan yang ada,” ungkapnya.

Menunggu proses bergulir, saat ini ratusan kendaraan tersebut terparkir di OPD masing-masing dan masih menjadi tanggung jawab mereka (OPD, Red). Pun dengan adanya hal tersebut, tentu juga menjadi salah satu penyebab kantor OPD Tulungagung kian sesak karena adanya barang yang sudah lama tidak digunakan. “Juga tidak mungkin dijadikan satu dalam suatu tempat. Jadi, masih kita tempatkan di masing-masing OPD,” tandasnya. (nul/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.