Semakin Dekat dengan Pembaca

Kelenteng Dibangun, Perayaan Imlek Pindah ke Ruko

KOTA BLITAR – Tahun Baru Imlek merupakan momen yang dinanti umat Konghucu. Begitu pun umat Kelenteng Poo An Kiong yang menyambut Imlek penuh gembira.

Sayangnya, Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili ini harus dilakukan dengan sangat sederhana. Sebab, kelenteng masih dibangun sehingga umat Konghucu harus beribadah di tempat yang berbeda. Perayaan Imlek pun harus beralih ke ruko milik salah satu umat Konghucu.

Ketua Yayasan Kelenteng Poo An Kiong, Pratidina mengatakan, Tahun Baru Imlek bukan sekedar tradisi, tetapi menjadi hari besar umat Konghucu. Sebab, saat Imlek selalu ada harapan, semangat, dan asa untuk menyambut kehidupan yang akan berlangsung. “Tahun Baru Imlek selalu menjadi momen yang membahagiakan bagi umat Konghucu,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin.

Perayaan Imlek tahun ini berbeda dari sebelumnya. Sebab, kelenteng masih tahap pembangunan sejak kejadian kebakaran November 2021 lalu. Meskipun begitu, umat tetap bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan dan memohon keberkahan. “Saya rasa tidak ada perbedaan pada suasana batin Imlek. Kami merasa para leluhur tetap ada di sini,” jelas perempuan berambut pendek ini.

Rohaniawan Konghucu, Endang Titis Bodrotriwasti mengatakan, esensi ibadah di mana pun sama. Meskipun sekarang ada keterbatasan tempat, tapi tidak membuat nilai ibadah berkurang. “Kami sangat bersyukur masih diberi tempat ibadah yang layak,” katanya.

Dia mengaku ada kendala yang dirasakan saat ibadah di tempat ini. Penempatan patung dewa dan dekorasi tidak bisa maksimal. Selain itu, ruangan ini juga tidak dapat menampung umat dalam jumlah banyak. “Karena tempat terbatas, ibadah dilakukan secara bergantian,” paparnya.

Berkaitan dengan insiden kebakaran tersebut, dia menyebutkan masih ada sisa beberapa patung yang telah terbakar. Namun, ada beberapa patung dewa yang baru. “Sisa patung dewa yang terbakar ini tetap diabadikan sebagai kenangan,” ujar perempuan berkacamata ini.

Patung Kiem Sien dimandikan dengan dua jenis air. Yakni, air teh dan air bunga. Secara ilmiah, air teh berfungsi untuk menjaga tekstur pada patung yang terbuat dari kayu, sedangkan air bunga digunakan untuk menyucikan jiwa. “Segala sesuatu yang menyangkut hal-hal spiritual dengan bunga,” terang perempuan 66 tahun ini.

Sementara itu, Kiem Sien yang terbakar ini harus dilapisi dengan resin agar awet. Pembersihan pada Kiem Sien yang terbakar tidak perlu dimandikan. Hanya disikat dengan kuas halus dan dilap menggunakan handuk basah. “Pembersihan lebih sulit dan harus hati-hati,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.