Semakin Dekat dengan Pembaca

4 Atlet Ikut Selekda di Surabaya, Jadi Dilema Induk Cabor

KOTA BLITAR – Menyabet medali perunggu di Porprov VII Jatim tahun lalu, sejumlah pemain di tim putri Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Blitar dilirik Perbasi tingkat provinsi. Mereka diproyeksikan mengikuti gelaran seleksi daerah (selekda) jelang kualifikasi alias pra PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Hal ini membuat jajaran pengurus girang. Informasi yang dihimpun, ada empat atlet putri yang saat ini sudah berada di Kota Pahlawan, Surabaya, guna melakoni seleksi. Keempatnya adalah, Clarissa Aurela Purnomo, Aprilia Putri Purnanda, Erlita Christiana dan Erlina Christiana. Dua nama terakhir merupakan duo kembar dari kategori usia senior. “Dalam waktu dekat, mereka melakoni seleksi tahap dua. Sebelumnya, ada delapan atlet Kota Blitar yang dipanggil di seleksi tahap satu,” ujar Sekretaris Perbasi Kota Blitar, Dimas Aji Prabandaru kepada Koran ini kemarin (5/1).

Tak bisa dipungkiri. Hal ini jadi angin segar bagi Perbasi Kota Blitar yang dalam beberapa waktu belakangan terpaksa vakum. Alasannya, Sebagian atlet di kelompok usia senior melanjutkan pendidikan di luar daerah. Meski begitu, hal ini justru menyisakan dilema bagi induk cabor.

Dia mengungkapkan, keempat atlet yang terjaring dalam selekda Jatim merupakan pemain andalan. Jika keempat nama yang dimaksud lolos ke dalam pemusatan latihan daerah (puslatda) Jatim, maka bisa dipastikan mereka tidak bisa membela Kota Patria di ajang Porprov VIII Jatim di penghujung tahun ini. “Biasanya, puslatda itu bisa memakan waktu hampir setahun. Kalau puslatda digelar sampai awal 2024, berarti kita tidak bisa memainkan empat atlet ini di Porprov tahun ini,” jelasnya.

Sebaliknya, jika atlet Kota Blitar tak lolos selekda, maka mereka dipastikan bakal diikutsertakan ke dalam gelaran porprov tahun ini. Oleh sebab itu, saat ini Perbasi hanya bisa menanti hasil selekda tahap kedua yang digelar di akhir pekan ini. “Seleksinya digelar pada Jumat, Sabtu, dan Minggu,” ungkapnya.

Meski begitu, ujar Dimas, pihaknya tak ingin bersiap egois dengan berharap agar anak asuhnya tidak lolos seleksi tingkat provinsi. Sebab, para pebasket tentu sudah berupaya semaksimal mungkin agar bisa berlaga di event paling bergengsi. “Rasanya tidak layak kalau kami hanya berfikir mereka hanya boleh membela Kota Blitar di porprov. Tentu kami harus berharap yang terbaik bagi mereka. Termasuk mendukung agar mereka bisa bermain di PON,” tegasnya.

Informasi terakhir, tiga atlet putri sudah bertolak ke Surabaya untuk bersiap menghadapi selekda pra PON. Adapun satu atlet lain masih harus bertanding di kompetisi dengan membawa nama perguruan tinggi di Kota Malang. “Begitu kompetisi selesai, dia segera berangkat ke Surabaya dari Malang,” tandasnya. (dit/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.