Semakin Dekat dengan Pembaca

92 Pohon Sonokeling Senilai Rp 5 M, DLH Tulungagung Lakukan Pendataan

TULUNGAGUNG- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung melakukan pendataan pohon sonokeling. Hasilnya diketahui terdapat 92 tanaman sonokeling tumbuh dan berkembang di sepanjang ruas jalan Tulungagung. Pendataan tersebut dilakukan lantaran pohon itu rawan menjadi sasaran pembalakan liar.

“Beberapa waktu lalu marak aksi pembalakan liar. Oknum yang mengambil tentu pintar memilih pohon dengan nilai ekonomis tinggi, salah satunya pohon sonokeling,” terang Sekretaris DLH Tulungagung, Makrus Manan, kemarin (29/11).

Dari tahap awal pendataan, terdapat 98 pohon sonokeling yang tumbuh di jalan kabupaten ini. Namun ternyata, ada beberapa pohon diketahui sudah roboh lantaran termakan usia. Kini hanya 92 pohon sonokeling yang masih berdiri tegak.

Dia melanjutkan, setelah dilakukan pendataan puluhan, pohon Sonokeling tersebut lantas dibuatkan titik koordinat dan diinventarisasi. Hal itu agar mempermudah DLH memantau pohon-pohon tersebut. Apalagi, pohon itu banyak menggiurkan pencinta kayu lantaran nilai jualnya tinggi sehingga rawan menjadi sasaran pembalakan liar.

Usia pohon sonokeling di Tulungagung tidak muda lagi. Rata-rata berusia 25 hingga 30 tahun dengan ukuran bervariasi. Bahkan, harga satuan dari pohon tersebut juga bernilai fantastis, bahkan bisa dibelikan rumah.

“Karena kami perkirakan harga pohon sonokeling  senilai Rp 5 miliar (M). Maka, banyak oknum mengincar pohon tersebut untuk dijual lagi, dan mereka mencuri bahan yang tidak sedikit,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, selain pohon sonokeling, sebenarnya juga dilakukan pendataan terhadap pohon dengan jenis lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi, seperti mahoni dan jati. Hanya, hal itu belum dilakukan lantaran pohon jenis jati rata-rata tumbuh di lokasi jalan masuk di desa-desa.

“Kami mendapatkan informasi bahwa pohon mahoni dan jati dulu ditanam oleh pihak desa. Karena itu, kami tidak jadi mendata lantaran khawatir terjadi gejolak dengan pihak desa. Maka, kami fokuskan mendata pohon sonokeling di jalan kabupaten. Kalau di jalan nasional bukan wewenang kami,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.