Semakin Dekat dengan Pembaca

Ada Masa Perpanjangan Pendaftaran, Logistik Pilkades Nyantol di Kecamatan

KOTA BLITAR – Belasan camat di Bumi Penataran punya tugas tambahan. Yakni, pengadaan logistik untuk pemungutan suara dalam gelaran pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2022. Kebutuhan logistik ini harus rampung dalam tiga hari ke depan.

“Hari ini tadi (kemarin, Red) seharusnya menjadi batas terakhir untuk penetapan bakal calon menjadi calon kepala desa,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blitar, Rully Wahyu Prasetyowanto, kemarin (7/12).

Hingga pukul 20.00, data para calon belum diterima oleh PDPMD karena masih dalam prposes penetapan. Maklum, ada beberapa desa yang menggunakan masa perpanjangan pendaftaran karena beberapa bakal calon kepala desa dinyatakan tidak lolos saat seleksi adminsitrasi. “Desa Plandirejo, Kecamatan Bakung, dan Desa/Kecamatan Sanankulon, kemarin menggunakan masa perpanjangan pendaftaran ini,” terangnya.

Tahapan setelah penetapan calon ini adalah pengadaan logistik pemilihan. Deadline untuk pengadaan surat suara ini tiga hari. Terhitung sejak kemarin sampai 9 Desember. Meski begitu, logistik ini rencannya akan dikirim ke desa-desa pelaksana pada minggu ketiga bulan ini. Ditargetkan, distribusi rampung dalam tiga hari. “Sebelum dikirim ada proses tanda tangan, sortir, dan pelipatan,” terangnya.

Rully melanjutkan, pengadaan logistik pemilihan ini bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2022. Namun, bukan DPMD yang berkewajiban untuk mengurus kebutuhan pemilihan ini. “Anggarannya melekat di kecamatan yang memiliki desa pelaksana pilkades serentak 2022,” jelasnya.

Pengiriman logistik dilakukan setelah masa tenang atau sehari sebelum pemungutan dilaksanakan. Sementara itu, masa kampanye rencananya hanya digelar dalam tiga hari yakni pada tanggal 16-18 Desember nanti. “Tanggal 22 Desember adalah pemungutan suara sekaligus penetapan calon terpilih oleh panitia pilkades,” ucapnya.

Dia mengaku, sebelum itu juga akan memberikan pembekalan kepada para calon kepala desa. Tujuannya tidak lain agar tidak ada gerakan-gerakan yang bisa membuat gaduh pesta desmokrasi di tingkat desa tersebut. “Berani mencalonkan diri, berarti harus berani menang dan berani kalah,” tandasnya. (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.