Semakin Dekat dengan Pembaca

Aduhh, Lebih dari Rp 2 M Anggaran Proyek di Kota Blitar Tak Terserap

KOTA BLITAR – Pekerjaan proyek infrastruktur tahun lalu atau 2022 menyisakan anggaran miliaran rupiah. Anggaran itu bersumber dari bantuan keuangan (BK) Provinsi Jawa Timur (Timur) serta dana alokasi khusus (DAK).

Sisa anggaran tersebut memang karena anggaran proyek fisik yang tidak terserap sepenuhnya. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan (PUPR) Kota Blitar menyebut, adanya anggaran pembangunan proyek yang tersisa itu merupakan bagian dari upaya efisiensi. ”Setelah kami cek, ada sekitar Rp 3 miliar yang tersisa. Rp 1 miliar DAK dan dari bantuan provinsi sekitar Rp 2 miliar,” terang Kepala Dinas PUPR Kota Blitar Suharyono kepada Koran ini, kemarin (2/1).

Sisa anggaran tersebut otomatis masuk pada sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun berkenaan. Nantinya, sisa anggaran tersebut dimanfaatkan pada perubahan anggaran keuangan (PAK). Rencananya, anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur.

Secara umum, serapan anggaran belanja untuk kegiatan fisik di dinas PUPR mencapai sekitar 92 persen. Belum terserapnya secara penuh karena memang upaya efisiensi anggaran. “Serapan ini bagi kami sudah bagus. Yang tidak terserap itu sebenarnya sisa tender karena efisiensi,” katanya.

Anggaran yang tidak terserap itu berasal dari proyek peningkatan ruas jalan. Anggaran itu bersumber dari DAK, kemudian dari BK provinsi untuk rehabilitasi saluran drainase. “Bantuan keuangan ini memang hadiah dari pemprov (pemerintah provinsi, Red) atas hasil WTP. Total nilainya sekitar Rp 7 miliar.

Suharyono mengklaim, secara umum pelaksanaan proyek pembangunan sudah selesai dengan baik. Meskipun ada beberapa pekerjaan proyek yang terlambat selesai, dinas PUPR sudah menerapkan sanksi denda kepada rekanan sesuai ketentuan yang berlaku. “Tentunya kami mengikuti prosedur yang ada. Jika memang terlambat, ya kami sanksi denda. Kami tidak ingin menoleransi apa pun,” tegasnya.

Sekadar diketahui, ada tiga proyek fisik yang terlambat penyelesaiannya. Ketiganya adalah proyek rehabilitasi saluran drainase yang tersebar di tiga titik, yakni Jalan Merapi, Jalan Kalibrantas, dan Jalan Ir Soekarno. Hingga berakhir kontrak, ketiga proyek itu belum juga rampung. (sub/c1)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.