Semakin Dekat dengan Pembaca

Afkot Blitar Lepas Delapan Pemain, Ini Alasannya

KOTA BLITAR – Evaluasi dilakukan jajaran pengurus Asosiasi Futsal (Afkot) Blitar usai gagal mentas di gelaran Porprov ke-VII Jawa Timur (Jatim) tahun ini. Salah satu hal yang dipertimbangkan, merombak kerangka tim.

Pelatih Afkot Blitar, Frendy Eka Prasetyo mengatakan, pihaknya dapat menerima kenyataan bahwa kualitas Afkot Blitar tahun ini berada di bawah tim dari daerah lain. Itu sebabnya, Afkot gagal lolos dari fase kualifikasi porprov di awal tahun ini. “Sudah banyak evaluasi. Semua kami pertimbangkan. Terutama soal materi pemain,” ujarnya.

Total ada sebanyak 18 pemain di tim Afkot Blitar untuk gelaran porprov tahun ini. Tim pelatih juga sudah membuat rapor atas performa pemain sepanjang agenda persiapan di akhir tahun lalu hingga gelaran pra porprov alias kualifikasi di tahun ini. “Istilahnya, kami sortir pemain di tim untuk mencari siapa saja yang dinilai masih layak bermain untuk Afkot,” ungkapnya.

Hasilnya, delapan dari total 18 pemain bakal dilepas. Itu setelah tim pelatih menilai jika delapan pemain yang dimaksud punya nilai di bawah standar yang dipatok jajaran pelatih. Sisanya 10 pemain tetap akan berseragam Afkot Blitar, setidaknya hingga gelaran porprov tahun depan.

“Yang kami lepas adalah pemain yang dinilai punya kekurangan dari segi skill, mental, dan sikap baik di dalam maupun di luar lapangan,” katanya.

“Memang kami sengaja merombak tim untuk mencari bakat-bakat lain yang sekiranya bisa membantu tim untuk lebih kompeten di tahun ini,” imbuh Frendy.

Konsekuensinya, tim pelatih kudu segera melakukan tambal-sulam pemain. Salah satunya adalah dengan menggelar penjaringan atlet. Jika tak ada aral melintang, agenda ini bakal dilaksanakan mulai bulan depan. Pasalnya, Afkot juga perlu menunggu agenda akbar kongres PSSI yang rencananya dihelat pada 20 Juli nanti rampung digelar.

“Saat ini belum ya. Kami tunggu setelah kongres (PSSI, Red) selesai. Karena dalam kongres nanti akan dibeberkan banyak poin soal kompetisi hingga teknis perekrutan pemain. Selain itu, agenda ini juga bisa kita manfaatkan untuk peremajaan di tubuh Afkab Blitar itu sendiri,” jelasnya.

Meski begitu, asosiasi juga sudah mulai melakukan ancang-ancang. Yakni, dengan menerjunkan tim untuk memantau bakat-bakat futsal di wilayah kota. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses rekrutmen begitu agenda penjaringan mulai digelar. “Mulai bulan ini kita lakukan monitoring di banyak titik. Mulai dari lapangan futsal hingga lembaga sekolah,” tandasnya. (dit/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.