Semakin Dekat dengan Pembaca

Ajukan Anggaran Popda di PAK

KOTA BLITAR – Sangat disayangkan, jumlah cabor yang dipertandingkan dalam gelaran pekan olahraga pelajar daerah (Popda) tahun ini terbilang cukup terbatas. Itu membuat banyak bakat-bakat di daerah yang tidak terakomodasi.

Di Kabupaten Blitar misalnya, diketahui ada sejumlah cabor yang bisa meraih banyak prestasi di event Porprov VII Jatim tahun ini. Mulai dari kick boxing, muay thai, panahan, futsal, dan beberapa cabor lain. Pemprov memastikan hanya akan mempertandingkan 16 cabor di Popda Jatim 2022.

“Hanya ada sedikit cabor beladiri yang diikutsertakan. Padahal, kita cukup kuat di cabor beladiri. Karena memang kita tidak punya atlet di cabor itu. Misal, petanque,” kata Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora Kabupaten Blitar, Nurcholis Muhaimin.

Pria yang akrab disapa Cholis ini mengaku, Kabupaten Sidoarjo selaku tuan rumah Popda Jatim 2022 memang diberi hak untuk memilih cabor yang akan dilombakan. Namun, jumlah cabor yang dipertandingkan tetap saja masih dirasa sedikit. “Iya kan setiap tuan rumah pasti dapat hak. Tuan rumah bisa mempertimbangkan kekuatan dan kapasitas daerahnya sendiri,” ujarnya.

Nah, rupanya hal ini juga berkaitan dengan jumlah anggaran di masing-masing daerah. Dia mengungkapkan, banyak daerah yang kesulitan anggaran saat rencana pelaksanaan Popda tahun ini mulai dipublikasikan. Akibatnya, banyak daerah yang melakukan pengadaan anggaran melalui perubahan anggaran keuangan (PAK).

“Bahkan, tuan rumah sendiri juga mengajukan anggaran melalui PAK. Kita juga melakukan hal yang sama. Karena memang tidak dianggarkan di awal tahun. Sedangkan, informasi terkait gelaran Popda baru ada setelah Juli lalu,” bebernya.

Namun, dia belum bisa merinci berapa besaran yang dibutuhkan untuk kebutuhan persiapan dan operasional atlet Popda. Pasalnya, hingga saat ini dinas masih dalam proses pemutakhiran data nama-nama atlet beserta cabor yang bakal ambil bagian di multievent antarpelajar se-Jatim itu. “Nanti setelah dipastikan berapa jumlah atlet dan cabor, baru kita bisa tahu. Sekarang masih dalam proses pendataan,” pungkasnya. (dit/c1/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.