Semakin Dekat dengan Pembaca

Akhirnya Mulai PTM 100 Persen, Masker Pantang Turun

KOTA BLITAR – Setelah penantian panjang, pelajar jenjang SMA/SMK akhirnya bisa kembali mengikuti sistem pembelajaran langsung di sekolah. Pembelajaran tatap muka (PTM) kapasitas maksimal yakni 100 persen, digelar serentak di Blitar mulai hari ini hingga 12 April mendatang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kasabdin) Provinsi Jawa Timur Wilayah Blitar, Solikhin menyatakan, meski sudah PTM penuh, warga di lingkungan sekolah tak boleh lalai. Penerapan protokol kesehatan (prokes) harus lebih ketat dibanding sebelumnya. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat bergulir secara kondusif dan meminimalisasi sebaran Covid-19.

“Pada dasarnya, kami bersyukur bisa menggelar PTM penuh. Tapi, jangan sampai masker turun. Baik saat belajar di kelas atau di mana pun itu,” ujar Solikhin, kemarin (6/4).

Selain itu, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan, baik dari Satgas Covid-19 dan dinas kesehatan (dinkes). Yakni, soal mekanisme kegiatan belajar mengajar (KBM). Pasalnya, guru diminta lebih disiplin memantau kegiatan siswa selama di sekolah. Untuk mencegah kerumunan tak beraturan, jam istirahat juga dihapus sementara.

Mengacu surat edaran (SE) dari Satgas Covid-19, sekolah juga mendapat instruksi menggelar PTM penuh dengan durasi 6 jam. Masing-masing mata pelajaran (mapel) maksimal diikuti selama 45 menit. Beda dari sebelumnya, saat PTM 50 persen, durasi pembelajaran hanya 4 jam. Kendati begitu, siswa diharapkan mampu meraup materi pelajaran dengan baik.

“Siswa yang mau ikut PTM, ya minimal harus dapat izin dari wali murid. Kalau memang lagi kurang enak badan, lebih baik jangan masuk (sekolah, Red),” tuturnya.

Sekretaris Satgas Pencegahan Covid-19 Kota Blitar, Toto Robandiyo mengatakan, implementasi PTM penuh itu tidak hanya pada jenjang SMA/SMK. Tetapi, juga pada SD dan SMP pada 6-12 April. Dia menambahkan, SE Instruksi Kementerian Dalam Negeri (Inmendagri) sebenarnya menyatakan PTM penuh bisa digelar dua pekan. Namun, pihaknya bakal mengkaji ulang sesuai hasil evaluasi.

“Memang kalau di PPKM level 2, boleh PTM 50 persen atau 100 persen. Kami coba dulu 1 minggu, kemudian evaluasi. Padahal sebenarnya boleh sampai 18 April,” ungkapnya.

Nantinya, Toto bersama dinkes dan disdik bakal mengamati PTM sepekan ke depan untuk kemudian dievaluasi. Dia menyebut, apabila sistem tersebut berhasil dilaksanakan tanpa temuan kasus Covid-19, maka penerapan PTM bakal diperpanjang sesuai Inmendagri.

Wakil Kepala (Waka) SMKN 1 Blitar Bidang Kurikulum, Agus Bastomi mengatakan, siswa menyambut pengumuman tersebut dengan antusias. Itu dibuktikan dengan pengumpulan surat izin siswa. Mayoritas, kata Agus, wali murid memperbolehkan anaknya untuk mengikuti PTM.

Sementara itu, jauh sebelum pihaknya menerima SE penerapan PTM 100 persen, sarana prasarana (sarpas) penanggulangan virus di lingkungan sekolah sudah terpenuhi. Mulai dari wastafel cuci tangan, hand sanitizer, dan pengecek suhu tubuh seperi thermogun, tersebar di berbagai area.

“Harapan kami, dengan tatap muka ini, setidaknya bisa mengurangi hambatan siswa dalam menerima pelajaran. Materi dari guru juga supaya bisa terserap dengan baik,” tandasnya. (mg2/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.