Semakin Dekat dengan Pembaca

Akmal Muhammad Irsyad Atlet Panahan Berprestasi, Ikut Latihan untuk Hindari Gadget

Tulungagung- Saat pandemi Covid-19 datang sekitaran tahun 2019 lalu, membuat cara belajar siswa dilakukan melalui dalam jaringan (daring). Intensitas siswa dengan gadget menjadi bertambah dan sebaiknya harus dikendalikan. Akmal -sapaan akrab Akmal Muhammad Irsyad- juga sama, sang orang tua tak ingin anaknya terus-menerus bermain gadget sehingga diarahkan ke kegiatan lainnya yakni panahan.

“Saya melihat ada atlet panahan di Tulungagung sering dapat medali. Dari situ, kenapa Akmal tidak diarahkan ke sana saja untuk mengalihkan aktivitasnya di tengah-tengah sekolah online dan gadget,” jelas orang tua Akmal, Asri Suryana.

Sisi baik panahan, lanjut dia, dapat menambah konsentrasi dan fokus sehingga akan berkorelasi dengan kegiatan-kegiatan Akmal baik akademik maupun nonakademik. Memang pada awalnya terjun di dunia panahan, Akmal kesusahan karena usianya sangat belia yakni masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK). Namun lambat laun, niatan dari Akmal muncul sehingga bisa bertahan sampai sekarang.

“Kalau menurut pelatihnya, Akmal ini memiliki potensi menjadi atlet panahan. Itu ditunjang dengan postur tubuh yang dimilikinya lebih tinggi dari anak lain seusianya,” ujar Asri, sapaan akrab ibu tersebut.

Pada kejuaraan pertama yang diikuti, Akmal langsung membawa pulang medali perunggu di kelas individu. Yakni, pada sebuah turnamen panahan yang dilaksanakan di Lapangan Desa Beji, Kecamatan Boyolangu. Dari situ, berbagai turnamen diikuti hingga kini telah mengoleksi 12 medali emas. Itu belum termasuk medali perak maupun perunggu yang jika diakumulasi jumlahnya sampai puluhan medali.

Kini Akmal turun pada Standar Bow U-9 dengan jarak 15 meter (m). Saingan Akmal di usianya diakui cukup berkualitas, baik di dalam maupun luar Tulungagung.
Terbaru, Akmal berhasil menggondol 8 medali pada kejuaraan panahan Gubernur Cup yang dilaksanakan di Pasuruan akhir tahun 2022 kemarin. Apa yang didapatkan buah dari persiapan yang dilakukan. Karena tiga minggu sebelum kejuaraan, porsi latihan Akmal ditambah dan dilakukan setiap hari untuk menghadapi kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) itu.

“Kemarin itu (kejuaraan panahan Gubernur Cup, Red) prestasi Akmal yang paling melonjak dibandingkan kejuaraan-kejuaraan sebelumnya,” katanya.
Dengan usia masih sangat belia, tentu ada treatment khusus bagi Akmal sebelum pertandingan. Yakni, dengan menjaga mood agar tetap baik minimal seminggu sebelum pertandingan. Dengan mood yang baik, kemungkinan untuk membawa banyak medali sangatlah terbuka lebar. “Sesajennya (jajan, Red) memang banyak, ya dituruti agar mood-nya (Akmal, Red) bagus,” ujarnya dengan tertawa.

Saat hari-hari biasa, latihan cukup keras dilahap Akmal. Setidaknya, dia ditarget melepaskan 100 tembakan setiap pulang dari sekolahnya, yakni MI Thoriqul Huda, di Desa Kromasan, Kecamatan Ngunut. Itu karena beberapa turnamen besar juga dinanti olehnya, seperti pada Maret tahun 2023 ini direncanakan akan mengikuti sebuah turnamen di tingkatan Provinsi Jatim.

“Sebenarnya targetnya 100 tembakan setiap hari. Namun, namanya anak-anak kadang semangat, kadang tidak mau berlatih,” ungkapnya. (mg1/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.