Semakin Dekat dengan Pembaca

Akses ke Sungai Sulit, Diduga Dilempar dari Jembatan

KABUPATEN BLITAR – Peristiwa temuan jasad bayi di Kalilegi, Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo, Senin (25/7) lalu, masih menyisakan misteri. Meski kuat dugaan bayi malang itu dibuang, tapi belum diketahui siapa pelakunya. Kini proses penyelidikan terus dilakukan.

Ditemui di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), salah seorang saksi yakni Rokhim, warga Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben itu mengatakan, bayi tersebut berada di bawah jembatan. Di sekitar jasad itu juga ditemukan banyak sampah pamper. Menurut Rokhim, lokasi tersebut memang kerap dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Namun, baru kali pertama ada peristiwa miris pembuangan bayi itu.

“Itu ada Pardi (saksi pertama) yang menemukan. Terus lari ngabari saya. Saya minta dia tenang dan lapor ke perangkat desa. Kebetulan perangkat lewat dan turun ke lokasi (sungai, Red),” ujar Rokhim, kemarin (26/7).

Lokasi penemuan bayi itu memang persis di bawah kolong jembatan. Posisi jasad itu berada di atas batu dan rumput liar. Warga beranggapan, bayi itu dilempar dari atas jembatan. Sebab, akses menuju ke bawah cukup sulit, bahkan hampir tak ada jalan. Dugaan bayi dilepmar itu menguat dengan adanya luka memar di paha dan kepala bagian belakang.

Saat ditemukan, kata Rokhim, bayi masih terbungkus rapi menggunakan plastik bubble wrap. Lalu, terdapat pula kain merah pendek di sekitar jasad bayi laki-laki itu. Dia menduga bayi dibuang dalam kondisi hidup. Usia bayi masih sekitar lima hari. Indikasinya, pusar yang belum terlepas dan masih melilit di leher. Sementara tangan bayi tampak memegang plastik dan kain merah dengan posisi meringkuk ke sisi kanan.

Sehari sebelum ditemukan, pria tukang tambal ban itu mengaku ada tukang sayur keliling yang melihat satu unit mobil Carry biru gelap dan Yamaha Jupiter merah berhenti di sekitar jembatan. Yakni, pada Senin (25/7) sekitar pukul 00.00 hingga 02.00 dini hari. “Yang lihat itu penjual sayur. Bilang sekitar 3 jam berhenti di jembatan. Ada mobil Carry dan Jupiter. Itu malam Senin,” sambungnya.

Meski mobil dan motor itu diduga memiliki keterkaitan dengan jasad bayi, tapi belum diketahui berasal dari mana dua kendaraan itu. Menurut Rokhim, pelaku bukan dari daerah tersebut. Namun, dia merasa aneh lantaran ada motor juga yang berada di samping mobil. “Kalau mobil sepertinya bukan sekitar sini, mungkin mobil jauh. Tapi, kok ada motornya juga,” jelasnya.

Kepala Dusun Banjarsari, Kecamatan Selorejo, Muhaimin mengeklaim bahwa bayi tersebut bukan berasal dari warga di wilayahnya. Sebab, setiap perempuan yang hamil selalu masuk sensus sehingga terdapat data akurat terkait kehamilan warganya.

Muhaimin membenarkan terdapat luka di beberapa bagian tubuh bayi. Seperti di kaki memar dan goresan di kepala. “Kami belum bisa tahu siapa pelaku, karena sepertinya polisi masih melakukan penyelidikan. Kejadian ini masih kali pertama,” ungkapnya.

Muhaimin menilai, tidak mungkin jika bayi tersebut diletakkan di TKP. Sebab, akses turun sangat sulit dan curam. Kemungkinan besar, imbuh dia, bayi itu dibuang pada malam hari. Namun, apabila dilempar dari atas jembatan, harusnya luka yang terdapat jauh lebih parah. “Tapi memang dibalut tebal, kain merah dan plastik pembungkus elektronik,” ucapnya.

Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Tika Pusvitasari mengatakan, hingga kini pihaknya masih menyelidiki di sekitar lokasi. Kepolisian juga tengah menerapkan strategi khusus untuk berupaya mengungkap siapa dalang di balik dugaan aksi pembuangan bayi itu.

“Hasil otopsi belum keluar. Untuk saat ini, kami masih melakukan penyelidikan,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, warga Dusun Kalilegi, Desa Banjarsari, Kecamatan Selorejo dibuat gempar dengan temuan jasad bayi laki-laki di bawah jembatan Kalilegi, Senin (25/7). Bayi itu ditemukan oleh Pardi, warga Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben pukul 12.00. Dia pun melaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke Polres Blitar. (mg2/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.