Semakin Dekat dengan Pembaca

Akui Rudapaksa, Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Pemerkosaan Ayah terhadap Putri Kandung di Kanigoro

Segera Lengkapi Berkas Penyidikan

KABUPATEN BLITAR – Y, ayah yang tega merudapaksa putrinya sendiri, akhirnya ditetapkan tersangka oleh penyidik. Pria warga Kecamatan Kanigoro itu dinilai terbukti memerkosa anak kandungnya hingga kini hamil enam bulan.

Pria 44 tahun itu harus mendekam di tahanan Polres Blitar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasatreskrim Polres Blitar AKP Tika Pusvitasari menjelaskan, penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) sudah cukup bukti untuk menetapkan Y sebagai tersangka.

Terlebih, lanjut dia, selama proses pemeriksaan, Y sudah mengaku bahwa janin yang dikandung putrinya merupakan hasil pemerkosaan. “Pelaku dan korban memberikan keterangan yang sinkron. Ini jadi awal penetapan pelaku (Y) sebagai tersangka dalam kasus ini,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin (19/1).

Selain keterangan dari saksi, korban, dan tersangka, polisi sudah mengantongi bukti lainnya. Seperti pakaian yang digunakan Y saat mencabuli korban. Setelah penetapan tersangka, lanjut dia, pihaknya langsung melengkapi berkas perkara.

Jika nanti berkas dinyatakan komplet atau P21, perkara selanjutnya dilimpahkan ke kejaksaan negeri (kejari) untuk kemudian disidangkan. “Sekarang (kemarin, Red) masih dilakukan penahanan. Dalam waktu dekat ini akan kami serahkan ke kejaksaan untuk pelimpahan perkara,” sambungnya.

Disinggung terkait kondisi korban, jelas Tika, kini sudah berangsur membaik. Pemulihan psikis korban itu tidak lepas dari perhatian bibi dan saudaranya. Keluarga berusaha untuk menguatkan jiwa korban. Saat ini, dia juga lebih lugas memberikan keterangan kepada keluarga serta ke penyidik.

Diberitakan sebelumnya, pemerkosaan terjadi di wilayah Kecamatan Kanigoro. Pelakunya adalah Y, ayah kandung korban. Ayah bejat itu merudapaksa putrinya hingga hamil enam bulan. Pemerkosaan itu sudah dilakukan sebanyak lima kali sejak Juni hingga Agustus 2022.

Kasus itu terungkap setelah keluarga mengetahui kondisi fisik Mlenuk (korban) berubah. Perutnya membesar seperti sedang hamil. Setelah dicek ternyata hasilnya positif hamil.

Atas perbuatannya, Y terancam pasal 81 ayat 1 dan ayat 3 juncto pasal 76 D Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014, dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun atau denda maksimal Rp 5 miliar. (luk/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.