Semakin Dekat dengan Pembaca

ANALISIS HUBUNGAN INDUSTRIAL DALAM STRATEGI PEMASARAN KAMPUNG WISATA KERAMIK DINOYO KOTA MALANG DI ERA DIGITAL

Oleh Dhinie Noer Anie Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Kampung Wisata Keramik Dinoyo merupakan kampung yang terletak di Kota Malang, di mana terdapat kluster-kluster penjual hasil usaha kerajinan keramik atau yang saat ini disebut dengan souvenir keramik. Kluster-kluster tersebut menjual berbagai macam desain, model, warna, dan bentuk yang dipajang pada toko-toko keramik. Sebagian pemilik toko di Kampung Wisata Keramik Dinoyo juga menjadi pengrajin sendiri untuk memproduksi produk keramik yang mereka pasarkan. Para penjual memasarkan hasil produksi keramik yang mereka buat tidak hanya melalui toko saja, namun juga melalui media sosial. Pemasaran seperti ini dikategorikan sebagai pemasaran yang modern dengan cara online, seperti melakukan promosi produk lewat media sosial dan marketplace. Seiring mengikuti perkembangan zaman, penjual produk keramik juga mampu mengoperasikan dan menggunakan teknologi untuk pemasaran produk souvenir keramik mereka.

Kali ini, strategi pemasaran Kampung Wisata Keramik Dinoyo akan dikaji dan dibahas dalam konteks hubungan industrial. Dalam mengkaji hubungan industrial terkait strategi pemasaran di Kampung Wisata Keramik Dinoyo, yang dibimbing oleh dosen mata kuliah hubungan industrial, Drs. Sulismadi, M.Si. Hubungan yang terjadi pada konteks strategi pemasaran produk di Kampung Wisata Keramik Dinoyo termasuk hubungan industrial tripartit, dimana pengrajin, pengusaha, sekaligus pemerintah turut serta berperan penting di dalamnya.

Dalam promosi produk souvenir keramik, Kampung Wisata Keramik Dinoyo dibantu oleh pihak BUMN yaitu Bank BRI. Seperti neon box di setiap kluster-kluster toko keramik merupakan bantuan dari Bank BRI. Neon box tersebut posisinya menggantung tepat di depan setiap toko keramik yang ada di Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Jadi, apabila ada pengunjung, mereka akan tahu dan melihat nama-nama toko yang menjual produk souvenir keramik. Tidak hanya itu, untuk mengenalkan usaha kerajinan dari Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Dinas Pariwisata Kota Malang gencar melakukan promosi, yang diadakan setiap tahun dan juga mengadakan pameran di luar Kota Malang, setiap kali ada event pariwisata. Dalam hal ini, berarti pihak pemerintah memberikan dukungannya dengan cara mengadakan pameran untuk mengenalkan lebih luas ke luar Kota Malang, salah satunya untuk hasil kerajinan produk souvenir pada Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Akhirnya, keramik Dinoyo dapat dikenal dan masyarakat mengetahui adanya kerajinan keramik unik yang mengandung seni di Kota Malang. Begitu pula di masa berkemajuan saat ini, banyak ditemukan para penjual produk menggunakan platform online seperti media sosial dan marketplace. Seperti yang dilakukan oleh salah satu penjual di Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Suono selaku pemilik toko “Keramik SN”. Mengenai strategi pemasaran menjelaskan.

“Proses pemasaran pertama, kita disini (toko “Keramik SN”, Red) ya majang-majang begini. Kedua, ya lewat sekarang kan banyak medsos-medsos, ya lewat WhatsApp, lewat marketplace dan yang lain-lain. Ya kita cuma posting-posting aja, ada yang masuk ke reels supaya banyak yang nonton”, ungkap Suono kepada pewawancara. Untuk wilayah pemasaran, toko “Keramik SN” ini sudah menjangkau seluruh Indonesia. “Ya kita seluruh Indonesia. Ya apa itu kan menjangkau seluruh Indonesia, kita ikut grup dimana misalnya kelompok pembuat keramik, bagaimana kita ikut memasarkan keramik kemana, kita ikut. Wilayah yang paling banyak kalo saya itu daerah Bali sama Jawa Tengah sampai Jakarta,” imbuhnya.

Perilaku konsumen dalam membeli produk keramik dengan mengusulkan permintaan kepada pemilik toko keramik sesuai dengan keinginan konsumen. Dari situlah konsumen akan menjadi pelanggan tetap. Yang akhirnya produk keramik dikenal oleh masyarakat luas. Mengenai perilaku beserta posisi pesaing penjualan di Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Suono menggunakan strategi dengan memenuhi produk di toko miliknya. Kemudian, karena penjual produk di Kampung Wisata Keramik Dinoyo tidak hanya dia, yang artinya harus bersaing dengan penjual lainnya di keramik Dinoyo. Tokonya harus selalu penuh dan lengkap serta setiap hari harus memproduksi desain, model, bentuk, bahkan warna yang bervariasi agar pengunjung tidak bosan apabila mengunjungi toko miliknya. Menurutnya, di era modern saat ini pengrajin keramik harus memiliki ide kreatif agar produk yang dibuatnya juga bervariasi mengikuti trend-nya. Dalam melakukan bisnis hasil kerajinan produksi keramik, tentunya Suono mengalami kendala dalam strategi pemasaran, bahkan promosi produk miliknya. “Ya banyak, yang pertama kesulitannya ini kalau keramik kan barang-barang seni ya masarkan itu nggak segampang yang kaya makanan, kita perlu bersabar perlu survey-survey, kita lihat-lihat mana barang yang laku kira-kira apa kemudian ngikuti sekarang ini trend yang disukai apa. Kita harus sensitif kalau kita mikir karepe dewe ya hancur”, terangnya.

Saat ini, segala hal bisa dilakukan secara online dengan menggunakan teknologi yang canggih, hingga pemasaran dan promosi suatu produk dapat dilakukan melalui platform online agar masyarakat di luar wilayah Kota Malang juga mengetahui akan adanya Kampung Wisata Keramik Dinoyo yang tetap melestarikan kerajinan-kerajinan keramik agar tetap trend. Barang-barang yang mengandung seni dan budaya tetap terjaga, dilestarikan, bahkan diperkenalkan ke seluruh Indonesia. Akan tetapi, di balik pemasaran yang dibilang sudah modern akan selalu ada kesulitan di dalamnya. Namun, itu bukanlah suatu halangan bagi para pengrajin sekaligus penjual produk keramik karena hal itu akan menjadi sebuah tantangan bagi mereka seorang pengusaha. (*/)

Leave A Reply

Your email address will not be published.