KABUPATEN BLITAR – Perbaikan kerusakan infrastruktur menjadi salah satu perhatian pemerintah tahun ini. Sayangnya, kondisi keuangan daerah terbatas. Dampaknya, perbaikan tidak bisa menyeluruh.
Wakil Bupati Blitar Rahmad Santoso berharap masyarakat bersabar sementara waktu. Sebab, pemerintah daerah juga terus berusaha menyediakan sarana atau fasilitas pelayanan infrastruktur terbaik kepada masyarakat. “Ditunggu dulu, dalam waktu dekat pasti ada dukungan dari pusat untuk infrastruktur,” ujarnya.
Bagi Rahmad, menggelar aksi tidak menyelesaikan masalah. Sebaliknya, hal itu bisa memicu pandangan negatif untuk Kabupaten Blitar. Menurut dia, persoalan infrastruktur bisa dimusyawarahkan tanpa harus dengan menggelar aksi menutup jalan. “Semua itu bisa dibicarakan,” katanya.
Rahmad melanjutkan, protes terkait dengan ifrastruktur memiliki dampak yang cukup besar. Pihaknya mengaku sering kali menerima surat dari pusat terkait dengan aksi atau persoalan infrastruktur. “Itu ada banyak surat dari pusat ke kami, juga soal jalan ini,” terangnya.
Hal lain, yakni terkait kerusakan akses yang ada di wilayah Binangun. Jalur di wilayah itu cukup strategis karena menjadi sarana penunjang perusahaan besar. Akibatnya, ketika terjadi persoalan akses, secara otomatis juga langsung menjadi perhatian pemerintah. “Kami bukan melindungi pengusaha, tapi kami juga punya tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Dia menambahkan, persoalan di Binagun sudah bisa diselesaikan. Pihak perusahaan juga bersedia mengeluarkan anggaran untuk membantu perbaikan jalan. Di sisi lain, pemerintah daerah membantu menyediakan sarana atau alat untuk perbaikan.
Untuk diketahui, karena kondisi jalan rusak yang belum juga diperbaiki, warga Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, menanam pohon pisang di tengah jalan. Kemarin (11/2), lubang-lubang yang terdapat pada ruas jalan di desa tersebut ditanami pisang untuk mengekspresikan kekecewaan. (hai/c1/wen)