Semakin Dekat dengan Pembaca

Anggaran Seret, Tak Rekrut Konsultan Olahraga

Tahun Ini KONI Kota Digelontor Anggaran Sekitar Rp 5 Miliar

KOTA BLITAR – Pembinaan atlet Kota Patria di tahun ini bakal serba mepet seperti tahun lalu. Sebab, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar batal merekrut konsultan olahraga. Itu setelah anggaran yang diterima tahun ini terbilang minim alias seret.

Menurut Ketua KONI Kota Blitar Sukardji, pihaknya mengajukan anggaran pembinaan sekitar Rp 10 miliar di akhir tahun lalu. Setelah dilakukan pembahasan di tingkat legislatif, KONI hanya menerima anggaran sekitar Rp 5 miliar. “Ada banyak item di dalam upaya pembinaan di sepanjang tahun ini. Karena itu, jumlah yang diajukan relatif besar,” ucapnya.

Salah satu item yang diajukan yakni perekrutan konsultan olahraga. Rencananya, kebijakan anyar itu mulai diterapkan tahun ini. Wacana itu muncul usai pihak pemkot, KONI, dan sejumlah jajaran terkait menggelar rapat evaluasi. Agenda yang dibahas dalam rapat di akhir tahun lalu terkait melorotnya prestasi kontingen Kota Patria di Porprov VII Jatim.

Sayangnya, rencana untuk menggenjot prestasi kontingen melalui rekrutmen konsultan olahraga di multievent tahun ini bakal sulit terealisasi. Terlebih, pemkot memasang target tinggi di porprov tahun ini. Yakni, bisa finis di peringkat sepuluh besar.

Namun, di porprov tahun lalu, kontingen Kota Patria harus puas finis di posisi ke-21. “Kami sudah lakukan pembicaraan dengan sekda. Dan targetnya adalah masuk 10 besar,” ujarnya.

Disinggung soal bonus, Sukardji mengungkapkan, pencairan bonus di tahun ini tidak diajukan dalam rancangan APBD tahun anggaran 2023. Namun, bakal diajukan melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) di pertengahan tahun ini.” Bonus atlet dan cabor berprestasi di Porprov VIII Jatim tahun depan tidak termasuk dalam anggaran yang diajukan. Jadi, pengadaannya adalah dengan melalui PAK. Jadi, nominalnya baru kelihatan setelah kita turun di porprov,” ungkapnya.

Pencairan anggaran pembinaan di tahun ini bakal dilakukan seperti biasanya. Yakni, membagi jumlah anggaran ke dalam empat termin berbeda. Pencairan anggaran termin pertama baru akan dilakukan pada Maret mendatang. Induk cabor maupun atlet pun harus lebih bersabar. (dit/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.