Semakin Dekat dengan Pembaca

Angin Kencang Hantam Wilayah Boyolangu, Ratusan Rumah Rusak

TULUNGAGUNG-Menjelang akhir tahun, Tulungagung masih dihantui dengan bencana di beberapa titik. Bencana angin kencang menerjang beberapa rumah di dua desa di Kecamatan Boyolangu.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung Nursono mengatakan, dua desa di Kecamatan Boyolangu yang terdampak di antaranya Desa Tanjungsari dan Desa Karangrejo. Daerah tersebut dilanda bencana lantaran hujan deras disertai angin sejak pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB. Kejadian angin kencang terjadi pukul 14.30 WIB dan berlangsung sekitar 1 menit.

“Data sementara terdapat 134 rumah di Desa Tanjungsari terdampak bencana angin kencang. Jumlah itu masih dimungkinkan bertambah karena petugas masih terus melakukan pendataan,” terangnya.

Dia melanjutkan, dari puluhan rumah itu, ada satu rumah milik Kamijah yang mengalami kerusakan parah. Rumahnya tertimpa pohon setinggi hampir 5 meter, tetapi saat magrib petugas BPBD dan warga telah selesai mengevakuasinya. Namun, Kamijah harus mengalami kerugian tidak sedikit, yakni Rp 75 juta dari kerusakan rumahnya.

Sementara di Desa Karangrejo terdapat 36 rumah terdampak bencana angin kencang. Namun, BPBD belum bisa melakukan asesmen 34 rumah lantaran malam hari dan terhalang cuaca yang belum bersahabat. Karena itu asesmen akan dilakukan lagi pada Senin (5/12).

“Ada 471 asbes dan 7 ribu genting di Desa Tanjungsari mengalami kerusakan. Jumlah itu bisa bertambah lantaran belum selesai pendataan. Kami mengusahakan membantu warga yang terdampak,” katanya.

Dalam bencana ini, kata dia, tidak ada korban jiwa. Hanya, rumah-rumah warga mengalami kerusakan, seperti genting dan asbes. Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjungsari terus melakukan pendataan kepada warga terdampak bencana angin kencang ini. Bahkan, hingga membuka posko bencana di kantor Desa Tanjungsari.

“Hingga kini kami terus melakukan pendataan dan asesmen ke dua desa di Boyolangu. Sedangkan pohon tumbang di Jalan Raya Ngunut telah selesai dievakuasi sebelum magrib oleh petugas pemadam kebakaran. Petugas memang dibagi agar efisien,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari Muhammad Rifai mengatakan, pemdes masih terus melakukan pendataan bersama perangkat desa.  “Sekiranya ada rumah yang terdampak tapi tidak terlalu parah, langsung kerja bakti bersama masyarakat pada Minggu malam. Terparah didata terlebih dahulu dan dilakukan kerja bakti pada besok (hari ini, Red),” tuturnya.

Dia menjelaskan, bencana angin ini dimungkinkan pengaruh dari erupsi Gunung Semeru. Namun untungnya tidak ada warga yang mengungsi, lantaran rumahnya masih bisa ditempati dan hanya genting-genting saja yang mengalami kerusakan. “Dari pantauan saya, lebih dari 130 rumah terdampak bencana angin kencang ini,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.