Semakin Dekat dengan Pembaca

Anyaman Bambu Tak Lekang Waktu, Dipakai Hiasan Rumah, Dikirim hingga Luar Daerah

KOTA BLITAR – Zaman kian canggih. Barang dan produk kebutuhan manusia juga kian beragam, dari sisi model maupun bahan. Kendati begitu, beberapa produk dari bahan alami masih diminati masyarakat. Misalnya, peralatan dari anyaman bambu.

Selain karena faktor harga yang lebih ekonomis, ketahanan peralatan dari bambu ini juga tidak diragukan. Bahkan, ada masyatakat yang fanatik dengan produk tersebut.

“Bambu yang digunakan rata-rata jenis bambu apus dan petung,” ungkap perajin anyaman bambu, Omang.

Warga Desa Banjarjo, Kecamatan Kanigoro, ini mengakui minat masyarakat terhadap produk anyaman bambu memang sudah berubah. Kendati begitu, kerajinan anyaman bambu masih menjadi sumber penghasilan sebagian masyarakat. Karena itu berbagai produk anyaman bambu bisa ditemui hingga kini. “Kalau dulu, anyaman bambu hanya menjadi penunjang peralatan dapur. Namun, sekarang anyaman bambu juga digunakan untuk mempercantik interior rumah,” katanya.

Karena alasan ini pula, perempuan 38 tahun ini tidak hanya menjual peralatan dapur dari anyaman bambu, tetapi juga beberapa produk lain. Misalnya, lampu hias atau rumah lampu dari anyaman bambu.

“Jadi tidak hanya ada besek, tampah, caping, tapi juga hiasan rumah dari bambu,” pungkas Omang.

Dia mengungkapkan bahwa tidak semua jenis bambu bisa digunakan. Setidaknya harus mempunyai sifat yang kuat dan lentur saat dibentuk. Karena alasan ini, Omang menggunakan bambu jenis petung.

Selama ini, produik kerajinan miliknya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal Blitar. Sebaliknya, banyak produk kerajinan yang dikirim ke luar daerah bahkan ke luar provinsi. “Banyak pemesan dari daerah Jawa Tengah, tetapi kami terkadang juga memasok produksi anyaman bambu dari daerah Tulungagung,” ungkap Omang.

Dalam sekali produksi, Omang membutuhkan sekitar 100 lonjor bambu. Bambu tersebut biasanya dipasok dari daerah Tulungagung dan Trenggalek yang mempunyai kualitas bambu terbaik.

Harga produk ini tergantung kesulitan dan banyaknya bambu yang dibutuhkan. “Untuk harga, kami mematok dari harga Rp 50 ribu sampai yang paling mahal Rp 350 ribu,” pungkasnya. (mg2/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.