Semakin Dekat dengan Pembaca

Aparat Gabungan Tulungagung Jaring Pedagang Hewan di Pintu Masuk Perbatasan

TULUNGAGUNG – Perbatasan Tulungagung-Kediri dijaga ketat petugas gabungan untuk mengantisipasi adanya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) yang marak di kota tetangga.

Kapolsek Ngantru AKP Puji Widodo mengatakan, Polres Tulungagung dan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Tulungagung melakukan penyekatan di perbatasan atau di Desa Pojok, Kecamatan Ngantru, yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri. Meskipun Tulungagung masih dinyatakan bebas PMK, tetapi kota tetangga seperti Blitar dan Kediri telah teridentifikasi.

“Penyekatan ini merupakan langkah antisipasi untuk hewan-hewan yang masuk Tulungagung. Pemeriksaan meliputi semua hewan ternak yang keluar masuk Tulungagung. Jika ada yang dari luar kota masuk, kami imbau untuk putar balik,” ujarnya ketika dikonfirmasi lewat telepon.

Pemeriksaan hewan ternak ini dikhusukan pada ternak sapi, kerbau, dan kambing. Bahkan, petugas diskeswan langsung memeriksa hewan tersebut apakah sehat atau ada indikasi sakit. Namun, hingga kini belum ditemukan hewan yang terindikasi PMK sehingga tidak ada yang diimbau putar balik.

Dia menduga para peternak telah mengetahui bila di perbatasan antarkabupaten ada penyekatan. Karena itu, mereka lebih memilih untuk tidak mengirim hewan ternaknya. Namun, pada Sabtu dan Minggu banyak mobil muatan yang diperiksa karena mengirim ternak ke luar kota.

“Sementara ternak Tulungagung boleh keluar dengan pemeriksaan, namun ternak luar kota tidak kami izinkan masuk. Kami juga menyasar jalur tikus. Bila ditemukan mobil muatan ternak dari luar kota, kami imbau putar balik,” terangnya.

Kepala Diskeswan Tulungagung Mulyanto menjelaskan bila pengadaan vaksin tergantung pemerintah provinsi. Jika pihak Disnak Jawa Timur datang, pasti akan mendapatkan jatah vaksin. “Kami masih belum tahu kuota vaksin yang diberikan provinsi. Namun diprioritaskan sapi perah terlebih dahulu, selebihnya untuk kriteria ternak yang dapat vaksin tunggu arahan provinsi,” tuturnya.

Diskeswan terus melakukan kewaspadaan dini terhadap ternak-ternak di Tulungagung. Syukurnya hingga dilakukan observasi belum ada indikasi adanya PMK. Dengan begitu, sementara wabah PMK ini tidak berimbas ke produksi susu perah.

Sedangkan untuk posko PMK, diskeswan telah berkoordinasi dengan Polres Tulungagung untuk melakukan penyekatan. Kini posko masih terdapat di empat tempat, yakni di semua perbatasan Tulungagung dengan Kediri, Blitar, Trenggalek, dan di kota. Nantinya tiap kecamatan akan ada posko, namun kecamatan yang ada puskeswan itu juga dijadikan posko PMK. “Penyekatan ini kami lakukan sejak Kamis (2/6) hingga Minggu (12/6) nanti,” pungkasnya.(jar/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.