Semakin Dekat dengan Pembaca

APBD Rp 15,7 M untuk Perbaiki Empat Jembatan

KABUPATEN BLITAR – Belasan miliar harus dikeluarkan pemerintah daerah untuk perbaikan infrastruktur jembatan tahun depan. Tidak hanya karena bencana hidrometeorologi, tetapi juga normalisasi Kali Bogel.

Kabid Jembatan dan Peralatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar, Rudi Widianto mengatakan, kerusakan infrastruktur jembatan akibat bencana alam tidak begitu banyak. Sejauh ini hanya satu jembatan rusak. Yakni, di Desa Bululawang, Kecamatan Bakung. “Kami sudah usulkan ada perbaikan jembatan menuju Pantai Pasur itu. Kebutuhan anggarannya sekitar Rp 3 miliar,” ujarnya, kemarin (7/12).

Ini bukan satu-satunya jembatan yang bakal diperbaiki. Rencananya, ada belasan miliar anggaran daerah yang bakal dimanfaatkan khusus untuk pembangunan infrastruktur jembatan. Termasuk jembatan Subali di Kecamantan Sutojayan.

Rudi melanjutkan, perbaikan infrastruktur dilakukan karena terdampak normalisasi Kali Bogel. Bentangan jembatan yang sebelumnya hanya 11 meter, kini harus dibangun sepanjang 40 meter karena normalisasi tersebut. Akibatnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan ini juga relatif besar. “Kebutuhanya sekitar Rp 12 miliar untuk pembangunan jembatan di Kecamatan Sutojayan ini,” katanya.

Selain dua jembatan tersebut, rencananya PUPR juga akan membangun infrastruktur jembatan di Kecamatan Gandusari. Tepatnya, jembatan Melalo di Desa Sukosewu. Sekitar Rp 1 miliar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2023 bakal dialokasikan untuk pembangunan jembatan itu.

Jumlah anggaran itu masih perkiraan kasar. Sebab, detail engineering design (DED) infrasturktur tersebut belum tersedia. Kendati begitu, anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan itu tidak jauh dari taksiran tersebut. “Jadi, nilai ini sudah termasuk perencanaan kegiatan,” tuturnya.

Ada satu kegiatan pemeliharaan jembatan di wilayah Blitar barat. Yakni, jembatan Jumleng di Desa Langon, Kecamatan Ponggok. Namun bukan pembangunan, melainkan hanya sebatas pelebaran jembatan. Anggaran yang disediakan untuk pembangunan ini sekitar Rp 700 juta. “Pelebaran jalan ini menindaklanjuti hasil dari musrembang,” tandasnya.

Informasinya, empat perbaikan infrastruktur ini kemungkinan baru dilaksanakan pertengahan tahun anggaran. Sebab, pemerintah daerah harus melakukan perencanaan pada tahun anggaran yang sama. Bahkan, tidak menutup kemungkinan dikerjakan setelah perubahan anggaran keuangan (PAK). (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.