Semakin Dekat dengan Pembaca

Arkhan Kaka, Striker Timnas U-16 Piala AFF 2022 di Mata Keluarga

KOTA BLITAR – Baru saja, Timnas Garuda Muda berhasil menjadi kampiun Piala AFF U-16 2022. Ini menjadi hadiah terindah bagi HUT Kemerdekaan ke-77, Indonesia. Paling membanggakan, sosok striker Garuda Muda ini adalah pemain asal Sutojayan, yakni Arkhan Kaka. Tak main-main, putra Purwanto Suwondo ini selalu menjadi langganan starting eleven.

Torehan tiga gol dan lima umpan disumbangkan remaja kelahiran 2 September 2007 ini saat membela Timnas Garuda Muda di ajang Piala AFF U-16 2022. Hasil ini terbilang memukau bagi pemain junior yang berlaga di kompetisi internasional. Lantas latar belakang seperti apa yang membuat Kaka berhasil meraih prestasi ini?

Rupanya, hal ini tak lepas dari sosok sang ayah yang juga mantan pemain berpengalaman di kancah persepakbolaan tanah air, Purwanto Suwondo. Dididik dan digembleng sejak belia, Kaka tumbuh menjadi seorang pemain di atas rata-rata. “Sejak dia kecil, saya selalu ajak dia ke lapangan. Saat saya latihan atau melatih. Dari situ, dia mulai suka sepak bola. Bahkan, dia sudah ikut SSB sejak TK,” ujar pria yang berdomisili di Desa Sukorejo, Kecamatan Sutojayan ini.

Pengalamannya malang melintang di berbagai klub besar di tanah air, ditularkan kepada putra sulungnya. Tak heran, Kaka begitu termotivasi menjadi pemain hebat seperti dirinya. Itu juga membuat Kaka begitu “lengket” dengan bola. “Sejak kecil, dia ndak bisa tidur kalau tidak berkeringat. Jadi, setiap pukul 22.00-23.00, dia selalu bermain bola sendiri sebelum tidur,” tutur pria yang pernah membela Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSBK Blitar, dan PSBI Blitar ini.

DNA sebagai juru gedor haus gol rupanya juga turun kepada Kaka. Tak heran, Kaka yang punya berposisi sama dengan dirinya. Yakni, sebagai second striker dan gelandang serang. Lambat laun, ungkap Purwanto, , kemampuan Kaka dalam mengolah si kulit bundar makin terasah. Tak terhitung berapa gelar juara dari kompetisi antar-SSB yang diraih. Alhasil, salah satu tim kenamaan tanah air, Persis Solo, tertarik untuk “meminang” Kaka. “Sejak tahun lalu dia sudah di Persis. Saya sendiri yang memberi dia saran,” bebernya.

Selama menjajaki panggung kompetisi di liga nasional, Kaka selalu mengutarakan keinginannya untuk menjadi pemain besar suatu hari nanti. Dia juga ingin meraih prestasi di tingkat timnas demi membahagiakan keluarganya.

“Saya kan jarang di rumah karena kadang melatih klub di luar kota dan luar pulau. Lalu, Kaka bilang dia ingin jadi pemain hebat, agar saya di rumah saja dan tidak melatih klub yang jauh dari Blitar. Bahkan, dia berniat memberangkatkan kedua orang tuanya pergi haji. Dia ingin selalu berkumpul dengan keluarganya,” kata pria kelahiran 15 Mei 1977 ini.

Gayung tersambut. Apa yang diimpikan Kaka terwujud. Namanya masuk dalam daftar pemain timnas yang diproyeksikan berlaga di Piala AFF U-16 ini. Di bawah tangan dingin pelatih kondang Bima Sakti, Kaka menjelma menjadi sosok juru gedor garang selama berlaga membela timnas. Puncaknya, sulung dari dua bersaudara ini berhasil mengantarkan Indonesia menjadi kampiun Piala AFF U-16 tahun ini.

Purwanto mengaku, tidak bisa melupakan momen saat putra kesayangannya berpamitan dan meminta restu sebelum berangkat membela timnas. Sebuah janji terucap dari putranya yang membuat dia dan istri begitu terharu. “Dia bilang akan menjadi juara dan tidak akan mengecewakan ayah-ibu. Makanya, begitu timnas juara, saya dan istri begitu terenyuh. Apalagi ini adalah pertama kalinya Kaka bermain di timnas,” terangnya.

Meski begitu, pria kelahiran Lampung Tengah ini tetap berpesan kepada putranya untuk tidak lekas jumawa. Sebab, ke depan masih banyak tantangan yang harus dilalui sebagai seorang pemain profesional. Dia juga meminta Kaka untuk tetap dekat dengan Quran maupun kegiatan religius lain. “Barakallah, sejak kecil dia beberapa kali khatam Quran. Kemarin saya sampaikan untuk tetap rajin ibadah. Jangan sampai prestasi ini membuatnya lalai,” pesannya. (*/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.