Semakin Dekat dengan Pembaca

Asiefa Nur Haenza Bawa Lip Balm Atasi Bibir Pecah

Masih ingat dengan Asiefa Nur Haenza? Ya, atlet panahan asal Kecamatan Sananwetan ini sudah lulus kuliah. Namun, bukan berarti dia ganti profesi dari atlet menjadi pengacara. Panahan tetap menjadi salah satu kegiatan rutinnya.

Beberapa waktu, dia pulang kampung karena kebetulan belum ada event yang harus diikuti. Meski begitu, atlet nasional ini menghabiskan waktu bernostalgia dengan keluarga dan kerabat. Sebaliknya, latihan tetap menjadi rutinas wajib baginya. “Kalau di rumah, setiap hari latihan, kecuali Senin dan Selasa,” katanya.

Menjadi atlet nasional menuntut Asiefa untuk bekerja lebih ekstra. Tidak hanya mental dan fisik, dia juga harus menguasai segala medan. Begitu juga ketika harus bertanding di negara orang dengan kondisi cuaca yang jelas berbeda.

Menurutnya, harus ada persiapan dobel. Pasalnya, ada beberapa hal tak terduga yang mungkin dialami saat bertanding. Misalnya, cuaca dingin atau cuaca yang terlalu panas. “Pernah ke Belanda pas musim dingin. Kebetulan tidak sampai ikut tanding,”katanya.

Meski tidak merasakan atmosfer berlaga di negara dingin, Asiefa juga pernah menghadapi suhu ekstrem lain. Misalnya, saat Islamic Solidarity Games di Turki pada Agustus tahun lalu. Selain panasnya jauh lebih menyengat dari tanah air, angin di negara ini jauh lebih kencang. “Jadi harus lebih berani dan cermat mempertimbangkan kecepatan angin,” katanya.

Perempuan 25 tahun ini mengaku perbedaan suhu membawa pengaruh untuk fisik. Hal ini harus diperhatikan agar performa saat pertandingan optimal. Untungnya, warga Kelurahan Plosokerep ini termasuk cuek dengan penampilan. Karena itu, tidak banyak hal yang memengaruhinya saat bertanding. “Kalau main di tempat panas bawa lip balm, biar bibir gak pecah-pecah,” katanya lantas terkekeh. (hai/c1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.