Semakin Dekat dengan Pembaca

Aurea Shifra Zahra Lihai Lenggak-lenggok di Atas Catwalk

KOTA BLITAR – Bagi kaum hawa, dunia modeling punya daya tarik tersendiri. Termasuk Aurea Shifra Zahra. Warga Desa Bence, Kecamatan Garum, itu sudah mulai mengenal modeling sejak masih anak-anak. Kini, dia terus mengasah kemampuannya. Salah satunya ikut berbagai ajang kompetisi fashion show dan sejenisnya.

Berjalan di atas catwalk dan berpose, bukanlah hal baru bagi Aurea Shifra Zahra. Meski usianya masih muda, dia kerap ikut berbagai lomba fashion. Tak hanya lokal Blitar, tetapi sampai luar daerah. Di antaranya, Kediri, Malang, dan Surabaya. “Saya senang ikut ajang fashion show. Selain menambah pengalaman, juga menambah teman,” ungkapnya.

Rere, sapaannya, dalam setiap lomba yang diikuti, menang ataupun kalah menjadi hal biasa. Sebab, baginya, pengalaman serta ilmu yang diinginkan. Dengan begitu, bisa membantu mengasah skill yang dimiliki. Pada 2017, Rere berhasil menjadi runner-up Diajeng Cilik Kota Blitar. “Kalah atau menang, semua dapat menambah pengalaman saya,” ujar gadis 14 tahun itu.

Rere mengikuti ajang serupa pada 2020. Yakni, pemilihan Cover Boy dan Girl Majalah Model Indonesia. Kala itu, dia berhasil mencapai tahap empat besar dan meraih Best Catwalk. Pada tahun yang sama, dia juga ikut lomba fashion show busana daerah virtual tingkat nasional.

Tahun ini Rere ikut pemilihan Miss Jawa Timur 2022. Dalam event tersebut, dia sempat minder. Sebab, peserta lain berusia di atasanya. “Saya minder karena mayoritas usianya lebih besar, maksimal 18 tahun,” ungkap anak bungsu dari dua bersaudara itu.

Tekad kuat dan percaya diri akhirnya membuat Rere lolos hingga auidisi. Dia pun terus berlatih dan menjaga stamina. “Kata mama, kalau ikut lomba jangan nanggung. Semua sudah ada rezekinya,” jelasnya.

Persiapan matang dia lakukan untuk mencapai tahap selanjutnya. Orang tua dan kerabat selalu mendukung. Itu membuatnya semakin semangat. Akhirnya, gelar Winner Miss Jawa Timur Kategori Remaja 2022 berhasil dia dapatkan. “Saya sangat bangga dan tidak menyangka bisa mewakili Kota Blitar,” katanya.

Terkait kegiatan akademik, Rere mengaku tidak melupakannya. Dia mengatur waktu sebaik mungkin agar akademik dan hobi bisa berjalan bersamaan. Fleksibel dalam latihan menjadi strateginya agar bisa menyeimbangkan aktivitasnya.

Dia pantang tertinggal pelajaran sekolah. Hal ini yang menjadikannya selalu mendapat predikat 10 besar dalam dunia akademis. “Jadi, bebas atur waktu dan selalu rutin latihan catwalk. Belajar dari YouTube untuk perkembangan catwalk dan pose,” tandasnya. (mg1/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.