Semakin Dekat dengan Pembaca

Awas, Bak Mandi Jadi Sarang Jentik

KOTA BLITAR – Banyaknya genangan air berpotensi melahirkan sarang perkembangbiakan nyamuk. Biasanya, genangan air itu ditemukan di bawah pohon rimbun.

Selain itu, di pot bunga maupun kamar mandi. Jika tidak segera dikuras, maka bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk. Administrator Kesehatan Ahli Muda Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Trianang Setyawan mengatakan, nyamuk Aedes aegypti menyebarkan virus dengue yang menyebabkan penyakit demam berdarah dengue (DBD). Biasanya, nyamuk ini mulai menyerang pada pagi dan sore hari. “Ada potensi terjangkiti saat sekolah atau kerja,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin (11/1).

Selama ini, kasus DBD paling tinggi ditemukan di Kecamatan Sananwetan. Berdasarkan data Dinkes Kota Blitar, sepanjang 2022 lalu ada sebanyak 12 penderita dari Kelurahan Bendogerit, 11 penderita dari Kelurahan Sananwetan, dan 7 penderita dari Kelurahan Gedog. “Ketiga kelurahan itu masuk wilayah endemis,” bebernya.

Menurut Trianang, nyamuk berkembang biak di setiap genangan air, terutama air bersih. Biasanya jentik nyamuk tumbuh di genangan air di sekitar tumbuhan, pot bunga, dan bak mandi. Bahkan, nyamuk juga dapat bersarang di pohon rindang.

Selama ini, dinkes terus berupaya untuk menekan angka kasus DBD. Selain sosialisasi di tiap puskesmas, dinkes juga menggiatkan gerakan Satu Rumah Satu Jumantik. “Kader Jumantik dapat melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan kerja bakti membersihkan selokan,” terangnya.

Salah satu kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) Kecamatan Sananwetan, Durrotun Nasihah mengatakan, pengecekan jentik nyamuk dilakukan tiap tiga bulan sekali. Pengecekan ini diprioritaskan di pot bunga, kandang burung, tempat sampah, dan lingkungan sekitar yang terdapat genangan air. Selain itu juga memeriksa bak mandi milik warga.

Jumantik memberikan Abate, yakni obat untuk mengendalikan pertumbuhan jentik di setiap rumah warga. “Biasanya, kalau ketika dicek lagi masih ada jentik, itu kelalaian pemilik rumah karena kurang menjaga kebersihan,” ujar perempuan berjilbab ini.

Eni Nurhaya, warga Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, menyebut, kasus yang pernah terjadi di lingkungannya karena penularan dari daerah lain. Saat itu penyakit DBD menjangkiti anak-anak. “Saat itu dia baru pulang study tour. Setiba di rumah langsung demam. Ternyata terjangkit DBD,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.