Semakin Dekat dengan Pembaca

Bakal Selidiki Penyebar Video CCTV

KOTA BLITAR – Polisi memastikan bakal memantau informasi di media sosial (medsos) lebih intens. Pasalnya, video rekaman CCTV yang menangkap gerak-gerik pelaku kala merangsek ke rumdin sempat beredar luas di jagat maya. Baik di medsos maupun aplikasi percakapan instan. Padahal, tayangan tersebut diduga merupakan salah satu barang bukti yang dimiliki kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polres Blitar Kota Iptu Achmad Rochan membenarkan bahwa video tersebut masih dalam identifikasi. Itu akan disandingkan dengan bukti yang tengah didalami satreskrim dan Timsus Polda Jatim. Meski sempat beredar di jejaring sosial, polisi tetap akan memantau video tersebut. Sebab, tayangan itu menampilkan kedatangan para pelaku di tempat kejadian perkara (TKP).

“Iya, sebetulnya itu bahan kami juga. Penyebaran itu juga berpotensi mengaburkan jejak pelaku karena mungkin sudah diketahui,” ucapnya, Rabu (14/12).

Disinggung bagaimana bisa video tersebut bisa tersebar? Rochan menyebut belum bisa memastikan penyebabnya. Artinya, tidak menutup kemungkinan bahwa pihaknya bakal menelusuri sosok penyebar video tersebut. Bahkan, dalam keterangan resminya, Tim IT Siber gabungan Polda Jatim dan Polresta Blitar bakal melakukan patroli di medsos, mengantisipasi kejadian serupa. “Sebetulnya kita juga menyayangkan dengan beredarnya rekaman itu. Karena mereka juga pasti memantau perkembangan berita di medsos,” sambungnya.

Meski salah satu video terindikasi barang bukti itu sempat beredar, polisi tak kekurangan barang bukti. Setidaknya, kepolisian memiliki total tiga video yang merekam pergerakan pelaku. Menurut Rochan, video yang sebelumnya viral itu identik dengan video kedua yang dikantongi polisi. Namun, itu masih perlu pemutakhiran.

“Kami memiliki tiga video. Semuanya rekaman CCTV dari berbagai sudut. Ini jadi bukti yang sangat kami rahasiakan,” jelasnya.

Rochan tak menyangkal dugaan bahwa video yang sempat heboh itu mirip dengan video kedua yang dimiliki polisi. Dalam video tersebut, tampak satu unit mobil Innova berhenti di depan gerbang. Tak lama, seorang lelaki berjalan dari pos satpol PP ke arah gerbang utama. Kemiripan video tersebut juga terletak pada jam di pojok kanan atas. Aktivitas itu terekam pukul 03.06.

Sesosok pria itu, tegas dia, bukanlah petugas keamanan, melainkan pelaku yang sudah lebih dulu menyekap petugas. Tanpa gerak-gerik yang mencurigakan, pelaku membuka gerbang. Polisi membenarkan bahwa pria tersebut juga menggunakan topi seperti yang sebelumnya disebutkan para saksi. Ini seakan mempertegas bahwa perampokan tersebut dilakukan secara terstruktur.

“Pintu dibuka supaya mobil bisa masuk. Selama ini orang mengira bahwa itu petugas satpol PP. Padahal itu pelaku,” terangnya.

Disinggung soal rekaman video pertama dan ketiga, Rochan memilih bungkam. Maklum saja, itu karena tayangan tersebut merupakan salah satu bukti kuat kepolisian untuk menyisir keberadaan pelaku. Bahkan, polisi juga enggan buka suara kala ditanya soal langkah penyelidikan berikutnya. Hanya, dia memastikan bahwa hasilnya akan positif.

Pihaknya juga meminta kepada pengguna medsos agar dapat melaporkan apabila muncul tayangan video terindikasi kejadian perampokan di rumdin. Dengan begitu, polisi dapat dengan mudah menyelidiki keberadaan pelaku. “Insya Allah hasilnya positif. Kami terus berproses melacak jejak pelaku dengan bukti kuat yang kami miliki,” tandasnya. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.