Semakin Dekat dengan Pembaca

Bangunan Kios Eks Pedagang Mastrip Belum Sempurna

KOTA BLITAR – Mengawali 2023, sejumlah proyek fisik di Kota Blitar di inpeksi mendadak (sidak) oleh Wali Kota Blitar Santoso beserta jajaran. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar ingin memastikan hasil akhir proyek yang selesai dikerjakan akhir 2022 lalu.

Namun sayang, masih ada beberapa proyek fisik yang belum 100 persen tuntas dikerjakan. Di antaranya, yakni proyek pembangunan kios eks pedagang Mastrip dan kios relokasi untuk pedagang pasar loak. Keduanya berada di kawasan Pasar Hewan Dimoro.

Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, masih ada sejumlah bagian bangunan kios yang belum sempurna pengerjaannya. Baik itu kios relokasi untuk pedagang loak dan kios eks pedagang mastrip.”Kami cek kios belum dikeramik. Pintu rolling door juga belum dipasang. Pasang paving, pengecetan dan lainnya,” terangnya kepada wartawan usai sidak, kemarin (4/1).

Santoso meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mempercepat penyempurnaan. Sebab, ditargetkan pada Februari mendatang bangunan kios sudah bisa dimanfaatkan oleh pedagang. “Jika lama-lama tidak ditempati nantinya malah beresiko. Rawan,” katanya.

Pihaknya khawatir apabila bangunan kios yang lama tidak ditempati malah disalahgunakan atau dialihfungsikan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Selain itu, fasilitas yang sudah terpasang di kios rawan menjadi sasaran pencurian.”Seperti meteran listrik, itu rawan hilang. Makanya, segera dimanfaatkan dan ditempati oleh pedagang yang memiliki hak,” tegasnya.

Demi keamanan fasilitas bangunan kios, pemkot mengajak masyarakat untuk turut mengawasi. Dinas terkait maupun kelurahan bisa berkoordinasi dengan warga sekitar terkait pengamanan aset pemkot tersebut. Jangan sampai sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

Santoso telah memerintahkan Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk menghitung kebutuhan anggaran untuk penyempurnaan bangunan kios pedagang loak dan eks pedagang mastrip. Tentunya, BPKAD akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar untuk perencanaan lebih lanjut.

Ada sebanyak 64 kios yang disediakan untuk eks pedagang Mastrip. Bangunan kios tersebut berada di sisi selatan Pasar Dimoro. Sedangkan untuk bangunan pasar loak berada sisi timur bekas pasar burung. “Kami relokasi ke sini karena lokasinya representatif,” kata Santoso.

Terpisah, Kepala Disperindag Kota Blitar Hakim Sisworo mengungkapkan, telah menyiapkan anggaran untuk penyelesaian pembangunan kios eks pedagang mastrip dan kios pedagang pasar loak. Namun, anggaran yang disediakan belum mencukupi. “Apalagi, masih ada 14 unit kios lagi yang belum terakomodir. Kami tidak tahu kebijakan dari pak wali. Apakah akan dibangunkan di sini (pasar Dimoro) atau dialihkan ke tempat lain,” jelasnya.

Hakim menargetkan, penyempurnaan bagian bangunan kios dilakukan secepatnya. Baik itu keramik, paving hingga pemasangan pintu rolling door. “Kami sudah anggarkan untuk itu. Kami maksimalkan selesai tahun ini,” ujarnya. (sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.