Semakin Dekat dengan Pembaca

Bantaran Sungai Lahar Rawan Longsor

KOTA BLITAR – Tanah longsor menjadi salah satu peristiwa alam yang berpotensi terjadi di Kota Blitar. Salah satu titik yang rawan berada di sepanjang bantaran sungai atau kali lahar.

Apalagi ketika hujan deras, debit air sungai yang meningkat bisa mengancam talud. Arus yang deras bisa menggerus talud hingga akhirnya longsor. Seperti yang terjadi di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan.

Kepala Bidang Kedaruratan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar Setya Wiratna mengatakan, sesuai dengan dokumen Kajian Resiko Bencana (KRB) 2019, di Kota Blitar terdapat daerah rawan longsor. Secara umum, titik rawan itu terletak di sepanjang bantaran sungai. “Terutama di bantaran sungai lahar,” ungkapnya, kemarin (30/11).

Setya menyebut, beberapa titik rawan longsor tersebut sudah dipasang tanda peringatan. Tujuannya agar masyarakat tidak mendekat, apalagi beraktifitas di bantaran sungai. Terlebih ketika debit sungai meningkat.

Selain itu, lanjut dia, anggota Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) yang telah dibentuk harus berperan aktif melakukan pencegahan. Pasukan keltana harus menjadi garga terdepan dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan bencana. “Mereka harus aktif memantau kondisi di lingkungan sekitarnya. Apalagi wilayah yang masuk daerah rawan,” ujarnya.

Mengenai rumah Pitnadi yang terdampak tanah longsor, dinas terkait sudah mengecek dan mendatanya. Pendataan tersebut untuk penanganan rehabilitasi rumah terdampak sesuai dengan ketentuan. Rencananya, rehabilitas dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Rakyat (Dispera) Kota Blitar.

Sebenarnya, rumah yang berada di tepi atau bantaranya sungai menyalahi aturan. Sesuai aturan, batas sempadan sungai ditentukan sepanjang 15 meter. Artinya, batas tersebut merupakan batas perlindungan dan tidak boleh dimanfaatkan untuk aktifitas masyarakat termasuk membangun rumah dan lain sebagainya.

Dinas terkait telah memasang batas sempadan sungai disepanjang aliran kali lahar. Selain itu, pemerintah Kota (pemkot) Blitar juga menyiapkan tempat relokasi bagi warga yang selama tinggal di bantaran kali lahar. “Tetapi karena menyangkut penghidupan masyarakat, maka diperlukan pendekatan secara persuasif. Kami bersama kelurahan melakukan mediasi dan berupaya agar mereka mau direlokasi karena tinggal di bantaran sangat beresiko,” tandasnya. (mg1/sub)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.