Semakin Dekat dengan Pembaca

Bappeda Tulungagung Singkap Wilayah Rawan Bencana

TULUNGAGUNG- Peta bencana menjadi respons dari terjadinya bencana tanah longsor maupun tanah bergerak di beberapa wilayah Bumi Lawadan. Itu karena diindikasikan masih terdapat wilayah rawan bencana lainnya yang harus disingkap.

Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tulungagung Erwin Novianto menjelaskan, sebagai tindak lanjut terjadinya bencana tanah longsor dan tanah bergerak di beberapa wilayah Tulungagung, pada tahun 2023 mendatang akan dibuat peta bencana Tulungagung. Seperti diketahui, bahwa wilayah Kota Marmer ini memiliki struktur tanah yang berbeda-beda.

Daerah barat dan utara yang merupakan lereng pegunungan Wilis dengan potensi yang dimiliki.  Bagian tengah yang cenderung stabil. Serta bagian selatan yang banyak memiliki karst maupun kapur yang terkesan tandus, tetapi kaya akan batuan tambang. Satu hal lagi, pada kawasan selatan juga memungkinkan terjadi pelapukan batuan secara masif.

“Peta bencana tersebut untuk memetakan permasalahan bencana di daerah-daerah Tulungagung,” ujar Erwin, sapaan akrab pria tersebut.

Dengan peta bencana tersebut, lanjut Erwin, bisa digunakan sebagai identifikasi secara dini kawasan yang berpotensi terjadi bencana alam, baik tanah longsor, tanah bergerak, atau yang lainnya. Pemetaan awal juga sangat berguna untuk persiapan penanganan bencana yang dilakukan.

“Di dalamnya juga termasuk solusi terhadap kemungkinan bencana terjadi, sampai perencanaan ke depan agar bencana jangan sampai mengakibatkan korban jiwa,” katanya.

Penggarapan peta bencana bakal melibatkan tim teknis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung. Salah satunya adalah Tim Survei Teknik Geologi UPN “Veteran” Jogjakarta, yang sebelumnya juga telah melakukan kajian terhadap sembilan titik tanah bergerak di Kabupaten Tulungagung. Program tersebut sudah pasti dianggarkan pada tahun depan, tetapi waktu eksekusinya masih belum dapat dipastikan. “Kalau bisa secepatnya akan dieksekusi, mungkin di awal tahun 2023 mendatang,” tutupnya.

Ketua Tim Survei Teknik Geologi UPN “Veteran” Jogjakarta, Prasetyadi menambahkan bahwa memang tahun depan yakni pada tahun anggaran tahun 2023, akan melakukan kajian pada seluruh wilayah Kabupaten Tulungagung. Pemetaan wilayah bencana di Tulungagung diperlukan untuk mengetahui kerawanan suatu wilayah.

“Di peta bencana nanti ada zonasi-zonasi wilayah yang rawan kegempaan, rawan tanah longsor, dan lainya,” katanya.

Dia menuturkan, salah satu hikmah cuaca ekstrem yang terjadi adalah mana saja kawasan di Tulungagung yang rawan terjadi bencana menjadi terlihat. Selanjutnya, kerawanan sebenarnya akan disingkap sehingga penanganan terhadap kemungkinan bencana yang terjadi bisa dilakukan dengan baik. (mg1/c1/din)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.