Semakin Dekat dengan Pembaca

Sehari Diaspal, Jalur Bangunsari-Prapatan Pule Trenggalek Disoal Warga

TRENGGALEK– Warga Desa/Kecamatan Pule geram dengan proyek peningkatan jalan Bangunsari-Prapatan.

Dia menduga proses pengerjaan jalan tak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) sehingga dapat menurunkan kualitas jalan kabupaten.

Dalam plakat informasi paket pekerjaan dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), menginformasikan bahwa proyek peningkatan jalan Bangunsari-Prapatan bersumber dari APBD Trenggalek tahun anggaran 2022.

Nilai anggarannya mencapai Rp 184.817.000. Adapun proses pengerjaan dimulai pada Sabtu (24/12) dengan target selesai pada Rabu (28/12) 2022, dengan penyedia jasa CV Gunung Jaas.

Salah satu warga Dusun Bangunsari, Desa/Kecamatan Pule, Willy Pratama mengatakan, proyek Jalan Bangunsari-Prapatan dengan panjang 176 meter mulai dikerjakan pada Senin (26/12) sekitar pukul 16.00 WIB.

Namun esok harinya, kondisi jalan sudah ada yang rusak. “Untuk proyek jalan itu memang kualitasnya sangat buruk.

Dari pengerjaannya itu mungkin sudah menyalahi aturan, karena sewaktu pengerjaan, badan jalan itu kondisinya basah, banyak lumpur,” kata dia.

Tak cukup itu, Willy mengaku sebagian penggelaran material tidak menggunakan alat. Ketika penggelaran material dengan cara manual, maka memerlukan waktu lebih lama.

“Jadi kurang panas dan sebagainya,” ujarnya. Dari hasil pengamatannya, warga RT 40/RW 20, Desa/Kecamatan Pule itu menduga kalau proses pengerjaan tidak sesuai SOP dan spesifikasi jalan kabupaten.

Warga yang saat itu ditemui di Pemdes Pule itu melanjutkan, persoalan dugaan proyek tak sesuai spesifikasi sudah mendapat atensi dari dinas teknis terkait.

Tepatnya pada Selasa (27/12), dinas yang berkaitan telah mengambil sampel aspal dari proyek jalan Bangunsari-Prapatan.

“Ada dari dinas waktu cek lokasi, itu banyak yang pecah sewaktu dibor mau dilab, padahal seharusnya itu utuh. Tapi, hasilnya belum keluar,” jelasnya.

Di waktu yang sama, Willy mengatakan proses perbaikan rencananya hendak diperbaiki lagi, tapi kemudian urung dilakukan.

“Tak jadi karena terkendala aspal dari AMP habis,” ujarnya.

Sebagai warga, pihaknya merasa merugi dengan proyek pekerjaan jalan Bangunsari-Prapatan yang diduga tak sesuai spesifikasi.

Karena jalan itu merupakan jalur transportasi utama. Selain itu, pengajuan rencana peningkatan jalan tidak gampang dan realisasinya pun butuh waktu lama.

“Jadi, masyarakat berharap pekerjaan di Pule ini seharusnya sesuai spesifikasi biar awet. Itu nanti selepas masa perawatan selama 6 bulan, kemudian rusak lagi, dan kita mengajukan lagi kan susah,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Desa/Kecamatan Pule, Purwadi mengaku tak tahu-menahu perihal pengerjaan proyek Jalan Bangunsari-Prapatan. Itu karena pengerjaan proyek tidak berkirim surat ke pemerintah desa.

“Tidak ada surat masuk,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR Trenggalek Ramelan belum bisa dikonfirmasi mengenai hasil uji lab, seperti yang yang dimaksud oleh narasumber utama. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.