Semakin Dekat dengan Pembaca

Bawaslu Gugurkan Empat Pendaftar Terlibat Parpol, Gunakan Ijazah SMP

KOTA BLITAR – Empat dari 67 pendaftar anggota panwaslu kecamatan (panwascam) Kota Blitar harus gugur setelah dinyatakan tidak lolos seleksi administrasi. Lalu, sebanyak 63 pendaftar lainnya berhak mengikuti tahap berikutnya. Yakni, tes tulis atau CAT.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Blitar Bambang Arintoko mengatakan, empat pendaftar yang tidak lolos seleksi tersebut karena tidak memenuhi syarat. Satu dari empat pendaftar itu diketahui pernah menjadi anggota partai politik (parpol). “Saat itu kami juga lakukan pengecekan di sipol (sistem informasi parpol, Red). Ternyata ada satu pendaftar yang namanya masuk sipol,” ungkapnya kepada Koran ini kemarin (14/10).

Setelah menemukan hal tersebut, Bawaslu langsung melakukan verifikasi dan klarifikasi kepada pendaftar yang bersangkutan. Selain itu, Bawaslu juga mendatangkan pihak parpol bersangkutan untuk klarifikasi. “Di situ kami temukan keduanya. Ternyata antara keduanya saling membenarkan. Hasilnya positif,” terangnya.

Sesuai aturan, anggota panwascam dilarang terlibat dalam organisasi parpol. Jika memang pernah terlibat, calon harus menunjukkan surat bukti tidak lagi terlibat dalam organisasi parpol. Ketentuannya adalah lima tahun tidak lagi aktif di organisasi parpol.

Masalah lainnya, Bawaslu juga menemukan pendaftar yang menggunakan ijazah sekolah menengah pertama (SMP) untuk mendaftar. Tentu hal tersebut tidak memenuhi syarat administrasi. “Sebab, minimal ijazah SMA (Sekolah Menengah Atas, Red). Jika Ijazah SMP, ya jelas tidak masuk,” tegas pria berkumis tebal ini.

Saat ini, Bawaslu membuka tanggapan masyarakat terkait sejumlah nama pendaftar yang berhasil lolos seleksi administrasi. Tanggapan masyarakat berlangsung mulai 12 sampai 18 Oktober. Tanggapan bisa disampaikan melalui formulir yang telah disediakan secara online di web resmi Bawaslu Kota Blitar. (sub/c1/ady)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.