Semakin Dekat dengan Pembaca

Beda Pendapat PDIP-PKB, Soal Penataan Dapil Trenggalek

TRENGGALEK – Rancangan penataan daerah pemilihan (dapil) yang dilakukan KPU Trenggalek tak membuat partai politik (parpol) satu suara. Ada yang menolak, ada juga yang mendukung wacana itu.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek Doding Rahmadi menilai, semakin banyak dapil maka semakin bagus karena keterwakilan dalam melaksanakan tugas sangat mudah. “Saya secara partai atau DPRD, lebih bagus dapil berubah dan banyak. Mencontohkan 1 dapil 4 kecamatan dan 44 desa, jadi itu sangat luas dalam penyerapan aspirasi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Doding menambahkan, rancangan penataan dapil pada skema ketiga sejumlah 6 dapil, efektif untuk menyerap aspirasi-aspirasi masyarakat. “Seperti saya, Karangan, Suruh, Gandusari ini lebih efektif ketimbang dapil yang lama, dan saya rasa tidak akan memengaruhi partisipan parpol. Karena calon anggota dewan maju itu berdasarkan ide dan gagasan, selebihnya masyarakat yang menentukan,” jelasnya.

Di sisi lain, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak serta-merta menelan mentah-mentah terhadap wacana penataan dapil. Sekretaris PKB Trenggalek Samsul Anam memprediksi, skema dapil pada Pemilu 2024 sama dengan pemilu periode-periode sebelum-sebelumnya.

Menurutnya, skema dapil yang lama sudah mewakili secara geografis, sosiologis, dan filosofis. Dapil yang lama juga mengacu pada empat kawedanan yang ada di Kota Alen-Alen Trenggalek. “Kami prediksi, mungkin tidak ada perubahan. Karena tidak ada penambahan kursi dan melihat jumlah penduduk. Tidak menuntut kemungkinan sama dengan pemilu sebelumnya,” ungkapnya.

Samsul mencontohkan bahwa sisi aspek filosofis 4 dapil sekarang ini sudah sesuai dengan eks kawedanan. Seperti eks Kawedanan  Kampak yang membawahi Gandusari dan Watulimo, serta eks Kawedanan Panggul, dengan Dongko dan Munjungan. Selanjutnya, eks Kawedanan Karangan ada Tugu, Pule, dan Suruh. “Secara subjektivitas sejarah yang sudah ada mewarnai geografis. Menurut saya, walaupun dapil tetap itu tidak akan keberatan menyerap aspirasi, karena kita sudah jalankan selama ini,” ujar anggota fraksi PKB itu.

Pengumunan rancangan itu tertuang dalam surat resmi Nomor 108/PL.01.3-BA/3503/2022 tentang Rancangan Penataan Daerah Pemilihan dan Alokasi Kursi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota dalam Pemilihan Umum Tahun 2024.

Dalam pengumuman itu, KPU Trenggalek melayangkan tiga rancangan dapil untuk Pemilu 2024. Di antaranya, skema 4 dapil, 5 dapil, dan 6 dapil.

Merujuk data agregat kependudukan per kecamatan (DAK2), jumlah penduduk di Kota Alen-Alen sekitar 747.649 jiwa (baik yang memiliki hak pilih atau tidak). Jumlah tersebut mengartikan jumlah kursi di parlementer tetap alias 45 kursi.

Di sisi lain, pengumuman tiga rancangan penataan dapil di Trenggalek ditanggapi berlawanan terhadap dua parpol yang mendominasi kurun tahun ke tahun di Kabupaten Trenggalek. (tra/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.