Semakin Dekat dengan Pembaca

Begini Cara SDN Tegalasri 4 agar Anak Didiknya Tetap Bisa Belajar

KABUPATEN BLITAR – Keinginan siswa SDN Tegalasri 4 Kecamatan Wlingi untuk belajar di ruang kelas yang layak, ternyata tak semudah mengedipkan mata. Buktinya, hingga kini bangunan yang rusak akibat diterjang hujan disertai angin Mei lalu, belum diperbaiki. Agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan, pihak sekolah mendirikan tenda untuk kelas darurat.

Kepala SDN Tegalasri 4, Dwi Sudaryanti mengatakan, hingga kini belum ada tindakan perbaikan. Informasi terakhir yang diterima dari dinas pendidikan (dindik), yakni pemberitahuan soal nota dinas. Nota tersebut memuat rincian perbaikan sekolah. Sayangnya, hingga kemarin (3/8) tak ada indikasi turunnya anggaran.

“Terakhir info dari dinas, kami sudah diberi kabar terkait nota dinas perihal perbaikan. Tapi kok ya sampai sekarang belum turun-turun anggarannya,” ujar Dwi Sudaryanti.

Pantauan di lokasi, tiga ruang kelas tanpa genting. Itu lantaran sebelumnya sudah diturunkan. Awal setelah insiden roboh, ruang tersebut sudah disterilisasi, bahkan diberi penyangga dari bambu. Hingga genting dan struktur atap diturunkan, pihak sekolah belum berani menggelar KBM di area tersebut. Padahal, sebelumnya pihak sekolah berencana memasang atap dari terpal.

Guna meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan, pihak sekolah berinisiatif mendirikan tenda. Posisinya persis di depan ruang guru. Tenda tersebut untuk menampung siswa kelas 1 dan 2. Meski seharusnya bisa mendapat ruang kelas yang layak, Dwi mengaku bahwa langkah ini terpaksa dia ambil karena mementingkan kelangsungan edukasi anak didiknya.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Blitar Sugeng Suroso mengaku, kondisi itu tidak seharusnya terjadi. Dindik harus bergerak cepat agar langkah perbaikan segera terealisasi. Menurut dia, proses perbaikan yang molor membuat proses pembelajaran menjadi tidak kondusif. Akibatnya, berdampak buruk pada kualitas pembelajaran.

Proses belajar di tenda, lanjut dia, harus membuat pemerintah membuka mata agar tahap peremajaan bisa dilakukan lebih dini. Sugeng memastikan bakal mendesak dindik untuk mempercepat proses itu. Pasalnya, kelangsungan belajar siswa menjadi prioritas utama. Selain itu, dia akan mendata sekolah rusak guna diusulkan mendapat prioritas perbaikan.

“Kalau pakai tenda kasihan. Kami akan dorong dinas terkait untuk segera dilakukan perbaikan. Harusnya kan pakai anggaran darurat bencana mestinya bisa,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dindik Kabupaten Blitar Wiji Asrori enggan banyak berkomentar. Namun, dia memastikan kini masih mempersiapkan lelang. Itu untuk proses awal perbaikan sekolah. “Waallaikumsalam, (saat ini, Red) persiapan lelang,” ujarnya singkat, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Sebelumnya, Mei lalu, angin kencang disertai hujan lebat merobohkan teras bangunan SDN Tegalasri 4. Data di lapangan, sudah sembilan tahun sekolah itu tak mendapat sentuhan renovasi. Tak ayal, ambruknya teras juga diduga karena struktur bangunan tidak layak. Pihak sekolah masih menunggu realisasi perbaikan dari pemerintah. (luk/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.