Semakin Dekat dengan Pembaca

Bekali Materi IKM, Ratusan Guru ikuti Workshop Siap Dampingi dan Tingkatkan Potensi Siswa

TULUNGAGUNG- Aula SMKN 1 Rejotangan yang mampu menampung kapasitas 1.100 orang menjadi lokasi workshop kemarin. Ada sebanyak 166 guru SMKN berpredikat SMK Pusat Keunggulan (PK) Skema Lanjutan dan Center of Excellence (CoE), yang mengikuti workshop Perencanaan IKM dan Pengembangan Media Pembelajaran. Dengan pembekalan materi dari workshop, seluruh guru sekolah kejuruan yang berada di Desa Buntaran, Kecamatan Rejotangan, diharapkan mampu dan siap mendampingi serta meningkatkan potensi yang dimiliki masing-masing siswa.

 

Dalam kesempatan kemarin, pemateri yang dihadirkan adalah Koordinator Pengawas Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung-Trenggalek Dr Suyanto MT, serta Instruktur Nasional Kurikulum Merdeka yang juga pengawas dari Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Tulungagung-Trenggalek, Subagyo SPd MPd. Workshop kemarin dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Tulungagung-Trenggalek, Sindhu Widyabadra SE MA.

Melalui pembelajaran Kurikulum Merdeka, siswa diharapkan mampu meningkatkan kualitas diri serta merefleksi diri sehingga mampu memetakan materi-materi apa saja yang belum dipahami. Dengan kurikulum baru ini siswa diajak untuk menjawab pertanyaan, “Kenapa belum bisa dipahami?”. Karena itulah pentingnya workshop yang digelar secara berkala hingga Desember mendatang. “Dengan penerapan Kurikulum Merdeka, para guru harus siap mendampingi dan membantu mencarikan solusi permasalahan masing-masing anak,” jelas Waka Kurikulum SMKN 1 Rejotangan, Rohadi Makmur MKom.

Dengan Kurikulum Merdeka, pendampingan guru ketika mengajar lebih dititikberatkan pada masing-masing siswa. Melalui IKM, Proyek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi bagian berbagai mata pelajaran (mapel). Kecuali beberapa mapel, di antaranya, mapel pilihan, kejuruan, dasar kejuruan, dan kewirausahaan. “Dalam beberapa mapel itu sudah ada proyeknya masing-masing sehingga hanya Profil Pelajar Pancasila (P3) yang menjadi bagian mapel tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, IKM diharapkan mampu mendeteksi potensi masing-masing siswa sehingga guru mampu mencarikan solusi untuk menumbuhkan potensi siswa. “Misalnya, bagaimana standar operasional prosedur (SOP) kerja di supermarket. Kekhasan siswa harus dipahami guru sehingga diperoleh solusi terbaik untuk pembelajaran siswa,”katanya.

Seperti diketahui, sekolah kejuruan yang dipimpin Drs Masrur Hanafi MM ini memiliki enam program keahlian. Yakni, Teknik Elektronika (T.Elk); Layanan Kesehatan (L.Kes); Teknik Otomtatif (T.Oto) berisi dua konsentrasi, Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dan Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM); Akutansi Keuangan Lembaga (AKL); Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB); serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT).

Saat ini, SMKN 1 Rejotangan memiliki sekitar 2.800 siswa yang berasal dari beberapa kecamatan. Selain dari Kecamatan Rejotangan, juga berasal dari Ngunut, Kalidawir, Pucanglaban, Sumbergempol, hingga Kecamatan Srengat dan Kademangan, Kabupaten Blitar. Ingin lebih dekat dengan SMKN 1 Rejotangan, silakan kunjungi www.smkn1rejotangan.sch.id dan YouTube SMKN 1 Rejotangan. (*/adv/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.