Semakin Dekat dengan Pembaca

Belasan Warga Tumbang, Serangan DB Di Gilang Tambah Liar

TULUNGAGUNG – Belasan kasus demam berdarah (DB) dalam rentan waktu satu minggu menyerang warga Desa Gilang, Kecamatan Ngunut. Dari belasan kasus tersebut mulai dari anak-anak hingga usia 40 tahun jadi sasaran.

Tingginya curah hujan serta banyak tempat-tempat lembab menjadi faktor utama dari kasus DB di wilayah tersebut tambah liar. “Tingginya curah hujan serta adanya tempat-tempat lembab justru mempercepat faktor perkembangbiakan dari nyamuk jenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, Didik Eka, kemarin (5/1).
Menurut dia, hal tersebut justru menciptakan breeding place atau tempat perindukan bagi jenis nyamuk tersebut. Diketahui DB diakibatkan melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi. “Metamorfosa nyamuk dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari,” jelasnya kemarin (5/1).

Mengetahui hal itu, perlu adanya larvasidasi dan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk menanggulangi permasalahan tersebut. Kedua langkah itu dinilai efektif untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk. “Dalam rentan waktu itu, kalau tidak dilakukan larvasidasi dan PSN secara masif tentunya populasi nyamuk pasti banyak. Kedua langkah itu sangat efektif,” ucapnya.

Diketahui masa inkubasi penyakit DB sekitar 4 hingga 7 hari. Artinya seseorang akan mengalami gejala-gejala DB sekitar 4 hingga 7 hari setelah tergigit nyamuk jenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.
Menurut dia, tidak menutup kemungkinan mobilitas liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dapat membawa penularan penyakit itu. “Adanya mobilitas karena liburan Nataru. Dalam hal ini tidak menutup kemungkinan dengan adanya mobilitas itu, terdapat seseorang yang telah terpapar virus chikungunya maupun DB. Kemudian pulang ke Tulungagung dan kebetulan di sini ada vektornya. Itu bisa terjadi penularan dari seseorang tersebut ke tetangga atau sanak keluarga dengan bantuan vektor nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus,” paparnya.

Kemudian pada minggu pertama Januari ini terdapat 3 kasus DB. Diketahui salah satu dari ketiga kasus tersebut meninggal pada usia 6 tahun di wilayah Kecamatan Boyolangu. Tak hanya itu, setelah kejadian tersebut terdapat tambahan 2 kasus. “Semuanya sudah kita kendalikan dengan penyuluhan larvasidasi dan fogging,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan, pada 3 Januari lalu, pihaknya mendapatkan laporan dari Puskesmas Kecamatan Ngunut. Laporan tersebut terkait peningkatan kasus diduga gejala DB yang signifikan di wilayah tersebut. Kemudian setelah menindaklanjuti laporan itu, diketahui pada wilayah RT 2 dan RT 3, RW 3, Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, dari total populasi sekitar 400 warga, 9 di antaranya positif chikungunya. “Dari populasi sekitar 400 sekian itu, 31 di antaranya sakit. Setelah kita lakukan sampling, 12 orang dites darahnya, 9 di antaranya positif chikungunya. Satu lingkungan, di dua RT itu tadi. Pada saat itu juga kita adakan penyuluhan dan pengobatan masal, di tempat kepala kasun,” tutupnya.

Sementara itu, Kasun Desa Gilang, Maryono mengatakan, terdapat setidaknya ada 18 warga menderita gejala DB di wilayahnya. Seluruh warga tersebut bertempat tinggal di RT 2 RW 3 dan RT 3 RW 3 Desa Gilang. “Iya ada sekitar 18 warga mengeluhkan gejala DB di sini. Semuanya warga RT 2 RW 3 dan RT 3 RW 3,” jelasnya.

Pria berusia 47 tahun ini mengaku, kini kondisi dari 18 warga tersebut telah mulai sembuh. Keluhan dari belasan warga tersebut yakni pusing, gatal dan kesulitan berjalan. Untuk usia dari belasan warga tersebut mulai dari anak-anak hingga usia 40 tahun. “Itu terjadi sekitar satu minggu lalu. Belasan warga itu mengeluhkan pusing, gatal dan kesulitan berjalan. Dari belasan itu, dua di antaranya anak-anak,” ucapanya.

 

Disinggung perihal adakah dari belasan warga DB tersebut dirawat di rumah sakit, dia mengaku, tidak ada warga sampai masuk rumah sakit. Kemudian untuk upaya penanganan, terdapat penanganan dari puskesmas berupa gerakan PSN dan melakukan fogging atau pengasapan. “Kita lakukan kerja bakti untuk bersih-bersih dan fogging ini,” tutupnya. (mg2/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.