Semakin Dekat dengan Pembaca

Belum Siap Gunakan Pupuk Organik

Masih Cocok dengan Pupuk Kimia

KABUPATEN BLITAR – Pengurangan jumlah pupuk subsidi menjadi keluhan petani di Bumi Penataran. Sebab, mayoritas petani masih terpaku pada penggunaan pupuk kimia yang efeknya terlihat lebih cepat.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kabupaten Blitar Suprans mengatakan, pengurangan jumlah pupuk kimia bersubsidi menyebabkan para petani harus memutar otak dalam penggunaannya. Sebab, harga pupuk kimia nonsubsidi dua kali lipat dari harga pupuk subsidi. “Kami merasa pengurangan pupuk subsidi ini menyulitkan. Sebab, rata-rata ekonomi petani berasal dari kalangan menengah ke bawah,” ujarnya kemarin (22/1).

Menurutnya, penggunaan pupuk organik lebih sulit karena efek yang dihasilkan pada tumbuhan lebih lama. Akibatnya, mayoritas petani memilih menggunakan pupuk kimia untuk menghasilkan produk pertanian yang lebih baik.

Di samping itu, lanjut dia, penggunaan pupuk organik dinilai kurang efektif. Sebab, untuk mendapatkan hasil optimal, penggunaan pupuk organik harus dilakukan secara rutin dan membutuhkan tenaga yang lebih banyak. “Kalau pakai pupuk kimia cukup dilakukan tiga bulan sekali, tapi kalau pupuk organik harus menyemprotkan seminggu sekali,” jelas warga Kecamatan Panggungrejo ini.

Suprans mengaku, kualitas produk yang dihasilkan dari penggunaan pupuk organik memang lebih sehat daripada menggunakan pupuk kimia. Namun, penggunaan produk kimia menghasilkan jumlah produk yang lebih banyak. “Setiap pupuk memang ada sisi positif dan negatifnya. Tapi, saya lebih memilih penggunaan pupuk kimia,” papar pria 51 tahun ini.

Petani lainnya, Imam Riyanto mengatakan, penggunaan pupuk nonsubsidi hanya dilakukan ketika keadaan mendesak. Selain karena harganya mahal, kualitas hasil produk tanaman dengan pupuk kimia lebih rendah. “Untuk meminimalisasi penggunaan pupuk kimia, saya mencampur pupuk kimia dengan pupuk organik,” beber pria 54 tahun ini.

Dia mengaku belum siap jika hanya menggunakan pupuk organik. Sebab, perkembangan menggunakan pupuk organik lebih lama. “Saya masih menggunakan pupuk campuran sebagai bentuk adaptasi jika nanti pupuk kimia tidak ada,” tandasnya. (mg1/c1/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.