Semakin Dekat dengan Pembaca

Berangkat Kerja, Tewas Terlindas Truk

KABUPATEN BLITAR – Perjalanan Widya Yustika Sari (WYS) menuju tempat kerjanya berakhir tragis. Perempuan warga Desa Semen, Kecamatan Gandusari, itu meregang nyawa usai terlibat kecelakaan dengan dump truk, kemarin (4/1).

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Umum Desa Soso. Persisnya di depan SPBU Maguan. Perempuan 23 tahun itu tewas di lokasi setelah mengalami luka parah di bagian kepala. Diduga, perempuan nahas itu terlindas truk.

Informasi yang diterima Koran ini, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.20. Saat itu warga sekitar melihat pengendara sudah terkapar di aspal. Dari kepalanya mengeluarkan darah. Sementara sepeda motor yang dikendarai hanya rusak ringan.

Warga lantas melaporkan kecelakaan itu ke Polsek Gandusari. Warga tidak berani mengevakuasi tubuh perempuan nahas itu.”Dari petugas datangnya hampir setengah jam, setelah itu langsung dievakuasi dan lalu lintas kembali lancar,” ujar salah seorang saksi, Dito Hermansyah.

Kecelakaan bermula saat WYS melaju dari utara ke selatan dengan mengendarai Honda Genio nopol AG 3748 OAQ. Dia berangkat kerja ke wilayah Wlingi. Tak disangka, dari arah yang berlawanan melaju dump truk Hino Nopol AG 8799 UL yang dikemudikan Rofiq Nurhuda. Dia lantas berbelok memasuki SPBU.

Melihat ada truk, WYS diduga kaget lantas mengerem mendadak. Akibatnya, laju sepeda motor tak terkendali perempuan apes itu oleng dan terjatuh ke aspal. Tubuhnya masuk ke kolong truk hingga terlindas roda belakang. Detik-detik kecelakaan itu terpantau kamera Closed Circuit Television (CCTV) SPBU.“Dia mengenakan helm,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Blitar Ipda Heri Irianto menyebut, korban menderita luka berat di kepala dan meninggal dunia di TKP. Polisi menduga,WYS melamun hingga terjatuh lebih dulu sebelum akhirnya tertabrak dump truk.

WYS langsung dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Kepolisian mengamankan sepeda motor milik korban dan dump truk.

Untuk diketahui, angka kecelakan di Bumi Penataran memang relatif tinggi. Pada 2022 lalu, ada sekitar 407 peristiwa maut. Dari jumlah itu, tercatat 104 korban tewas, 15 orang luka berat, dan korban luka ringan sekitar 482 orang. Polisi menaksir, total kerugian materil mencapai Rp 482 juta. (luk/sub)

Leave A Reply

Your email address will not be published.