Semakin Dekat dengan Pembaca

Berat Badan Jadi PR Atlet Angkat Besi Kota Blitar

KOTA BLITAR – Dipastikan dua atlet Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) Kota Blitar turun di multievent Jatim tahun ini. Bukan hanya soal teknik dan mental, induk cabor juga kudu memastikan anak asuhnya bisa menjaga massa otot dan berat badan.

Para lifter (sebutan bagi atlet angkat besi-angkat berat) bukan hanya diwajibkan untuk berlatih teknik angkatan, tapi juga dituntut untuk menjaga berat badan. Jika pola latihan yang keras tidak diimbangi dengan asupan konsumsi makanan dan suplemen berimbang, maka berat badan atlet tidak akan stabil. “Misal, kalau kita sudah banyak makan dan konsumsi vitamin tapi jarang latihan, massa otot jadi kurang. Jika sebaliknya, massa otot akan berlebih,” sebut ketua Pabersi Kota Blitar, Siswandi.

Hal di atas memang jadi pekerjaan rumah (PR) bagi tim pelatih. Sebab, Pabersi mendaftarkan kedua atletnya di dua kelas berbeda. Yakni, 50 kilogram (kg) dan 53 kg. Jika saat pelaksanaan porprov memiliki berat badan yang berbeda dari yang didaftarkan, maka atlet bakal dipertandingkan di kelas lain. “Itu akan jadi kerugian. Karena atlet kita sudah berlatih di kelas yang ditentukan sejak awal,” ujarnya.

Untuk itu, perlu perlakuan khusus bagi kedua atlet porprov tahun ini. Salah satunya adalah dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup. Untuk memenuhi hal tersebut, dibutuhkan anggaran yang cukup. Rencananya, Pabersi bakal memanfaatkan anggaran yang diterima di akhir tahun lalu. “Kami akan alokasikan 60 persen dari anggaran yang diterima untuk pemenuhan gizi. Sedangkan anggaran yang diterima di termin keempat tahun lalu sebesar Rp 9,7 juta,” ungkapnya.

Selain itu, tim pelatih juga diinstruksikan untuk menyeimbangkan porsi latihan bagi kedua atletnya. Salah satunya dengan memberi program latihan untuk menjaga massa otot. “Karena massa otot juga sangat berpengaruh pada berat badan,” imbuhnya.

Sedangkan peningkatan target angkatan diberlakukan setiap pekan. Hal ini ditujukan agar atlet mudah beradaptasi dengan peningkatan angkatan barbel secara berkala. Dengan demikian, massa otot para atlet bisa tetap terjaga. “Itu sudah disampaikan kepada pelatih. Kami minta jangan terlalu diforsir. Yang penting setiap pekan ada peningkatan,” tegasnya. (dit/ady)

Leave A Reply

Your email address will not be published.