Semakin Dekat dengan Pembaca

Besaran Retribusi GOR Gajah Putih Belum Klir, Dasar Hukum Masih Disusun

TRENGGALEK – Kendati direncanakan akan diresmikan pada bulan ini (Desember, Red), proses kegiatan di Gedung Olahraga (GOR) Gajah Putih belum sepenuhnya selesai. Pasalnya, hingga kemarin (30/11) belum ada pedoman terkait tata cara penggunaannya.

Hal itu lantaran belum adanya petunjuk mengenai besaran tarif retribusi sewa yang nantinya diberlakukan pada satu-satunya GOR di Trenggalek tersebut. Jika hal tersebut dibiarkan, maka dipastikan keberadaannya belum mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Trenggalek. Sebab, dengan belum adanya peraturan tersebut, penyewa belum dibebani biaya retribusi. “Terkait hal itu, saat ini kami masih mengusulkan peraturan bupati (perbup) sebagai juklak dan juknis pengelolaan GOR,” ungkap Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek, Baderun.

Dia melanjutkan, pengusulan perbup terkait hal tersebut saat ini telah sampai di bagian hukum Setda Trenggalek. Kini prosesnya masih dalam tahap pembahasan. Diharapkan, proses pembahasan tersebut bisa selesai dalam waktu dekat ini dan perbup bisa langsung diundangkan untuk kemudian dilaksanakan. “Semoga saja proses segera selesai. Kami juga berharap selambatnya akhir tahun ini bisa diundangkan untuk dilaksanakan mulai awal tahun depan (2023, Red),” katanya.

Terkait besaran retribusi untuk penggunaan GOR yang berbeda di wilayah Kelurahan Sumbergedong, Kecamatan Trenggalek tersebut, saat ini disdikpora belum bisa menyebutkan. Sebab, masih dalam proses pembahasan dan dimungkinkan ada perubahan besaran yang nantinya disahkan. Selain itu, besaran retribusi pemakaian GOR akan berbeda. Besaran retribusi ditentukan berdasarkan jenis kegiatan atau acara yang ada sehingga bisa diberlakukan setiap jam atau hari.

Penyusunan rancangan besaran retribusi seperti itu dilakukan karena dengan bentuk bangunan dan lahan yang luas, bisa dikatakan GOR merupakan bangunan yang multifungsi. Selain untuk kegiatan olahraga, GOR bisa digunakan untuk kegiatan lain seperti konser, pesta pernikahan, hingga kegiatan lainnya. Buktinya, beberapa waktu lalu berbagai kegiatan pernah dilakukan di GOR tersebut, seperti vaksinasi, seleksi paskibraka, dan lainnya. “Semoga saja rencana yang kami lakukan sesuai harapan. Apalagi, dengan bentuknya ada berbagai cabang olahraga (cabor) yang bisa dilaksanakan, seperti voli, futsal, basket, dan olahraga indoor lainnya,” jelas Baderun. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.