Semakin Dekat dengan Pembaca

Biaya Haji 2023 Berpotensi Naik, Masyarakat Blitar Harus Siap-siap

KOTA BLITAR – Calon jemaah haji (CJH) asal Bumi Penataran sepertinya harus mengeluarkan dana tambahan untuk bisa berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini. Pasalnya, biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) berpotensi mengalami kenaikan. Hal ini disampaikan oleh Kasi Pemberangkatan Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Hamim Thohari.

Menurutnya, naiknya biaya haji tahun ini bisa saja terjadi sesuai ketetapan regulasi Arab Saudi. Namun, hingga kemarin (13/1) belum ada surat resmi tentang BPIH musim haji tahun ini.

“Kalau tahun ini belum ada infomasi. Untuk itu, kami beri sinyal agar CJH mempersiapkan apabila ada kenaikan biaya seperti musim haji 2022,” ujar Hamim.

Perkiraan naiknya BPIH ini bukan tanpa sebab. Berkaca pada pemberangkatan haji tahun lalu, BPIH tiap jemaah sebesar Rp 39,8 juta. Jumlah ini digunakan untuk biaya penerbangan Rp 29,5 juta; living cost Rp 5,7 juta; akomodasi jemaah di Makkah Rp 2,6 juta; akomodasi jemaah di Madinah sekitar Rp 769 ribu; serta visa Rp 1.154.000.

Nah, sepuluh hari sebelum pemberangkatan, Arab Saudi mendadak merilis kebijakan biaya tambahan sekitar Rp 16,5 juta. Hal ini praktis membuat pemerintah pusat dan jemaah terkejut. Sebab, sebelumnya tidak ada informasi.

Untuk diketahui, biaya tambahan dipatok Arab Saudi saat jemaah singgah di beberapa tempat ibadah (masyair). Misalnya, seperti saat wukuf, di Mina, dan Musdalifah. Hamim mengaku kenaikan biaya tersebut lantaran adanya peningkatan fasilitas pascawabah Covid-19.

“Sehingga peningkatan layanan itu mau tidak mau membuat pihak Arab Saudi meminta biaya tambahan yang cukup signifikan,” sambungnya.

Dia menambahkan, biaya tambahan tahun lalu secara keseluruhan ditanggung pemerintah. Itu karena jangka waktu yang singkat membuat para jemaah tidak sempat mencari dana tambahan. Secara keseluruhan, lanjut dia, pemerintah mencukupi biaya tambahan dengan total lebih dari Rp 1 triliun.

“Dengan demikian, kami sampaikan ke jemaah agar bisa menyiapkan anggaran lebih. Jangan sampai kalau ada kenaikan signifikan tidak bisa melunasi dan tidak bisa berangkat,” tandasnya. (luk/c1/hai)

Leave A Reply

Your email address will not be published.