Semakin Dekat dengan Pembaca

Biaya Pergi Haji Melonjak Setiap Tahun

Tulungagung – Pelunasan biaya ibadah haji setiap tahun mengalami peningkatan. Hal tersebut didasari aturan serta ketentuan yang berlaku. Naiknya pelunasan biaya haji dibarengi dengan peningkatan layanan jemaah.

Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Suryani mengatakan, diketahui setoran awal untuk pendaftaran ibadah haji sebesar Rp 25 juta.
Menurut dia, berdasarkan informasi, setoran awal pendaftaran haji akan ada kenaikan. Namun, hal tersebut masih belum dapat dipastikan lantaran belum adanya ketentuan dari pusat. “Dari informasinya, setoran awal daftar haji akan ada kenaikan. Tetapi kapannya masih belum tau, karena belum ada ketentuan pasti dari pusat,” jelasnya kemarin (15/1).

Pelunasan biaya ibadah haji akan berbeda setiap tahunnya. Peningkatan biaya pelunasan haji tersebut tidak bisa diprediksi jumlah kenaikannya. “Pelunasan haji itu setiap tahun pasti berbeda. Nah, kalau jumlah kenaikannya berapa itu tidak bisa diprediksi, karena kita mengikuti aturan serta ketentuan yang berlaku,” ucapnya.

Disinggung perihal perbandingan pelunasan biaya ibadah haji tahun 2019 dengan tahun 2022 lalu, dia mengaku bahwasanya pelunasan biaya haji di tahun 2019 sekitar Rp 37 juta, sedangkan di tahun 2022 sekitar Rp 42 juta.
Dia menjelaskan, kenaikan pelunasan biaya haji ini dibarengi dengan peningkatan layanan jemaah haji. “Itu karena ada peningkatan layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Dulu di tahun 2019 itu di sana masih memakai karpet dan makan dua kali sehari, meskipun tendanya sudah permanen. Sekarang ini sudah memakai kasur dan makannya sudah tiga kali dalam satu hari,” ungkapnya.

Berdasarkan survei kepuasan jemaah haji di tahun 2022, setidaknya sebanyak 91,46 persen jemaah haji merasa puas dengan perjalanan haji di tahun tersebut. Namun, lanjut dia, hal tersebut dikarenakan tidak adanya lansia. Diketahui terdapat batasan usia maksimal 65 tahun untuk aturan perjalanan haji di tahun 2022. Tidak hanya itu, survei tersebut juga dipengaruhi dengan kuota keberangkatan yang masih 45 persen. “Dari analisis, ya karena yang berangkat itu tidak ada yang lansia. Muda-muda, tenaganya masih fit dan kesehatannya juga masih baik,” tutupnya. (mg2/c1/din)

Leave A Reply

Your email address will not be published.