Semakin Dekat dengan Pembaca

Bobol Sebuah Warkop, Tiga Pelaku Curat Dilayar ke Polres Trenggalek

Radar Trenggalek – Proses hukum terhadap RHS, 14, warga Desa/Kecamatan Bandung, Kabupaten Tulungagung; RAK, 17, warga Desa Ngadirejo, Kecamatan Pogalan; dan Dimas Cahya Saputra, 20, warga Desa Watuagung, Kecamatan Watulimo terus berlanjut. Pasalnya, proses penyelidikan ketiga pelaku pembobolan di warung milik Nugrohodi Desa Prigi, Kecamatan Watulimo, tersebut saat ini diserahkan ke Polres Trenggalek. Itu dilakukan karena perbuatan pelaku menyatroni warung korban terjadi pada malam hari dan dalam suasana sepi sehingga termasuk pencurian dengan pemberatan. Selain itu, berdasarkan kabar yang didapat Koran ini, sebelum diamankan pihak berwajib, pelaku juga kepergok mencuri di wilayah Kecamatan Watulimo. Dari situ terungkap bahwa sebelum ketiganya pernah beraksi di sekitar lokasi tersebut. “Untuk proses hukumnya masih menunggu hasil penyelidikan dan gelar perkara, apalagi dua pelaku di antaranya masih tergolong anak-anak,” ungkap Kapolsek Watulimo AKP Suyono.

Dia melanjutkan, sebenarnya kejadian tersebut telah terjadi pada Rabu (21/9/2022) dini hari lalu. Saat itu, pada pagi hari ketika akan membuka warung kopi, korban merasa kaget ketika melihat gembok warungnya rusak seperti dicongkel. Selain itu, sejumlah barang yang ada di warung tersebut seperti 50 bungkus rokok berbagai merek, amplifier, dan sejumlah uang receh yang masih tertinggal di laci meja warung hilang. Mendapati hal tersebut, sebenarnya korban tidak ingin melapor dengan berbagai pertimbangan. “Sehingga korban baru melaporkan kejadian tersebut pada Kamis (19/1) dan dalam sekejap kami amankan ketiga pelaku,” katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka beraksi dengan mengendarai sepeda motor. Setelah sampai di lokasi yang menjadi sasaran, mereka lantas merusak gembok pintu depan warung kopi tersebut dan mengambil sejumlah barang yang ada di dalam warung. Puas beraksi, mereka lantas kabur dari lokasi melalui pintu tempatnya masuk, juga dengan mengendarai sepeda motor seperti sebelumnya. Dengan demikian, saat ini beberapa barang hasil curian telah habis digunakan oleh pelaku. Kini polisi hanya mengamankan sebuah tang yang diduga untuk merusak gembok warung.
Proses penyelidikan akan terus dilakukan petugas. Jika terbukti bersalah, mereka akan dijerat sesuai pasal 363 ayat 2 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman hukum maksimal 9 tahun. “Semoga saja proses penyelidikan tidak ada halangan, hingga berkas bisa segera dilimpahkan,” jelas Suyono. (jaz/c1/rka)

Leave A Reply

Your email address will not be published.