Semakin Dekat dengan Pembaca

Bongkar Pulau Jalan, Bersiap Pengaspalan

KABUPATEN BLITAR – Pulau jalan di simpang empat Kanigoro bakal menjadi kenangan. Bangunan yang dulu digunakan untuk memisahkan jalur pengguna jalan itu telah diratakan. Harapannya bisa memperlancar arus lalu lintas yang ada di kawasan tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, keberadaan pulau jalan itu tidak lagi relevan dengan kondisi mobilitas masyarakat sekarang. Sebelumnya, bangunan melingkar tersebut dibangun karena tidak ada rambu lalu lintas di sana.

Seiring perkembangan zaman, pemerintah mulai melengkapi sarana pengatur lalu lintas. Karena itulah, pulau jalan tersebut dinilai tak lagi bermanfaat. Sebaliknya, bangunan tersebut justru tidak mendukung aksesibilitas.

Pada pulau jalan ini terdapat beberapa tanaman. Kendati begitu, dinas lingkungan hidup (DLH) tidak memiliki kapasitas untuk pengelolaan atau pemeliharaan aset daerah tersebut. “Iya dibongkar, tapi bukan DLH yang bongkar, coba tanya ke dinas perhubungan,” ujar Kepala DLH Kabupaten Blitar, Achmad Cholik.

Plt Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar Toha Mashuri membenarkan, pembongkaran bangunan yang dulu mendukung kepentingan lalu lintas itu. Namun, dinas tidak terlibat dalam teknis pembongkaran. “Itu yang punya dinas PU,” ujarnya.

Di lokasi terpisah, Kepala Bidang Jalan Dinas PUPR Kabupaten Blitar Prasetya membenarkan bahwa dinasnya yang mengesekusi pembongkaran bundaran simpang empat Kanigoro. Menurut dia, pembongkaran bangunan bundaran itu bertujuan untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas.

Dia melanjutkan, banyak pengendara yang bingung dengan fungsi bundaran itu. Karena alasan itu, pihaknya menginisiasi koordinasi dari lintas sektor untuk menyikapi keberadaan bangunan tersebut. “Hasil koordinasi memang tidak layak untuk dipertahankan. Makanya dibongkar, supaya jalannya lebih lebar,” katanya.

Usai dibongkar, bekas bundaran itu akan dibuat jalan seperti biasa. Dibangun beton dan diaspal. Dengan begitu, akses jalan atau lalu lintas lebih luas. Untuk kepentingan ini, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp 100 juta. “Jadi setelah ini akan diratakan, nanti akan dibeton dan diaspal. Jadi full untuk jalan,” imbuhnya.

Bundaran simpang empat Kanigoro memang dinilai merepotkan dan membingungkan. Pengendara harus memutari bundaran apabila akan berbelok ke kanan. Misalnya, dari arah Jalan Kusuma Bangsa (barat) menuju ke arah Jalan Manukwari (selatan). (hai/c1/wen)

Leave A Reply

Your email address will not be published.